Untuk membantu para medis dan meringankan beban masyarakat terdampak wabah Corona di Jawa Tengah, DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogjakarta bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan berupa APD lengkap bagi petugas medis, hand sanitizer, paket sembako yang didistribusikan di 3 kelurahan sekitar wilayah kerja Tanjung Emas serta uang tunai.
“Kami merasa tergerak dan peduli terhadap pejuang medis yang telah bekerja keras mempertaruhkan nyawa untuk kesembuhan orang-orang positif Corona yang ditanganinya, selain itu juga para pekerja di pelabuhan yang terdampak wabah COVID 19 ini. Jadi bantuan yang kami berikan ini tak seberapa, mudah-mudahan dapat membantu para medis dan meringankan beban masyarakat terdampak Corona,” kata Ari Wibowo, Ketua ALFI Jateng dan DIY kepada Ocean Week, Selasa siang.

Menurut Ari Wibowo, bantuan tersebut selain diambilkan dari kas sekretariat DPW ALFI Jateng DIY, juga dikumpulkan dari peran serta ratusan anggota ALFI/ILFA Jateng-DIY melalui program ‘ALFI peduli pejuang kemanusiaan Covid19 dan masyarakat yang terdampak’.
“Mengingat wabah ini belum dapat diprediksi kapan selesainya, maka DPW ALFI/ILFA Jateng DIY masih akan berlanjut dengan mengadakan program kemanusiaan lanjutan terkait Covid19,” ungkapnya.
Ari menambahkan, disisi bisnis, DPW ALFI Jateng-DIY dan semua perusahaan anggotanya juga akan terus bekerja keras memastikan agar arus barang kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi meskipun perekonomian berada dalam kondisi yang sulit pada saat ini.
Owner PT Arindo ini berharap aksi peduli ini dapat menggugah hati para donatur maupun para dermawan di Jawa Tengah dan DI Yogjakarta untuk mengikuti terhadap apa yang dilakukan oleh ALFI Jateng dan DIY ini.
Penyebaran wabah Corona (Covid19) yang terus berlanjut memerlukan kerjasama maksimal dari semua pihak untuk bisa mengatasi bersama-sama, baik oleh masyarakat, dunia bisnis dan juga pemerintah.
“Semoga wabah virus Corona ini dapat segera bisa diatasi, dan lenyap dari bumi Indonesia,” kata Ari Wibowo. (***)





























