Saat ini sekitar 90% pergerakan petikemas melalui TPK Teluk Bayur merupakan rute domestik, sedangkan sisanya merupakan angkutan eskpor impor yang di angkut lanjut dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
Hal itu diungkapkan Erika Sudarto, Terminal Head IPC TPK Teluk Bayur, kepada Ocean Week, di kantor nya, Kamis (30/7). “Kalau dibandingkan tahun lalu naik. Tahun ini kami ditargetkan sekitar 114 ribu TEUs, kami yakin bisa tercapai, karena tahun lalu saja bisa tercapai 118 ribu TEUs,” ungkapnya.
Erika menyampaikan bahwa market tetap pelayaran yang menggunakan TPK Teluk Bayur antara lain, Meratus Line dengan 4-5 kapal per-bulan, Tanto Intim Line 4-5 kapal/bulan, Salam Pacific Indonesia Line (SPIL) 6 kapal/bulan, Tempuran Emas (Temas Line) 4 kapal/bulan, dan satu kapal untuk kegiatan Tol Laut.
Dia mengatakan pada Juli 2026, target produktivitas seputaran 6.800 TEUs, namun hingga saat ini tercapai 11.500 TEUs.
Untuk mengantisipasi hal itu, Erika mengungkapkan, pihaknya juga telah mengusulkan ke kantor Pusat Pelindo supaya menambah Share Loader dan Reach Stacker (masing-masing 1 unit) guna melengkapi peralatan pendukung bongkar muat petikemas pada 2027 sehingga rasionya lebih ideal di lapangan.
Ocean Week yang hari Kamis (30/7), didampingi tim IPC TPK Sumbar mengunjungi Terminal Petikemas Teluk Bayur melihat satu kapal Tanto Langgeng Jakarta sedang melakukan bongkar muat petikemas. Tampak pula GLC3 dan GLC4 tengah sibuk melakukan bongkar muat petikemas.
Kapal yang sandar pada Rabu 29 Juli 2026 pukul 23.00 Wib dan selesai beraktivitas membongkar petikemas sebanyak 159 twenty foot equivalent units (TEUs) dan memuat 169 TEUs.
Erika bercerita bahwa saat ini ada sedikit kendala operasional terutama kelancaran operasional yang dikarenakan armada truk trailer yang melayani receiving dan delivery (R/D) petikemas terimbas antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum/SPBU.
“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, pihak Trucking kini sulit isi BBM Solar, sehingga operasionalnya terbatas untuk R/D. Makanya kalau container yard saat ini nampak penuh, namun masih terkendali dan cukup terkontrol,” ujar Erika.
Komitmen
Baru-baru ini, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) juga telah melakukan penandatanganan kontrak Berthing Window, Service Level Agreement (SLA), dan Service Level Guarantee (SLG) tahun 2026 untuk IPC TPK Teluk Bayur dengan PT Meratus Line, PT Tanto Intim Line, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), dan PT Temas Shipping.
Hal ini merupakan langkah konkret perusahaan untuk memberikan kepastian layanan yang optimal bagi para pengguna jasa strategis dan sebagai upaya untuk mempererat hubungan operator terminal dan pengguna jasa, yang bermuara pada pemenuhan ekspektasi pelayanan yang diharapkan pengguna jasa.
Kolaborasi ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan produktivitas bongkar muat dan memberikan kepastian operasional yang lebih terukur bagi kapal-kapal kontainer yang bersandar di Sumatera Barat. (***)































