Menyongsong ulang tahun ke-59 Indonesia National Shipowners Association (INSA), tantangan yang dihadapi para pengusaha pelayaran saat ini cukup besar.
Hal itu karena situasi perekonomian global saat ini sedang tidak baik-baik saja, termasuk Indonesia. Meski begitu pelayaran domestik dinilai masih stabil.
Bagaimana dan apa strategi para owner pelayaran domestik dalam menghadapi kondisi dan situasi perekonomian saat ini, untuk itu Ocean Week (OW) mencoba meng-interview Carmelita Hartoto (CH), Ketua Umum DPP INSA, berikut petikannya.
OW : Bagaimana usaha pelayaran domestik dalam kondisi dan situasi sekarang ini ?
CH : Kami melihat saat ini penuh tantangan ya karena memang kondisinya kita hadapi ketidakpastian tinggi karena ketegangan geopolitik yang merembet kepada lainnya, termasuk fluktuasi harga minyak dunia. Belum lagi nilai tukar rupiah, yang pada akhirnya berdampak pada tinggi biaya operasional pelayaran. Namun kita bersyukur, ekonomi kita di dalam negeri masih tumbuh positif, ya sehingga sektor kontainer domestik masih tumbuh moderat dengan berpatokan pada tumbuhnya ekonomi nasional 5,61 persen YOY pada kuartal I 2026 ini. Begitu juga Roro yang mungkin juga akan terkerek tumbuh seiring dengan kebijakan stimulus pemerintah semester 2 terhadap tarif angkutan, termasuk sektor pelayaran penumpang. Adapun, bulk masih akan sangat bergantung pada pergerakan dan perdagangan komoditas seperti batu bara dan sejenisnya. Berkenaan dengan eksport satu pintu, kita mengharapkan juga diiringi dengan kebijakan term of trade cif mengunakan armada nasional. Sementara tanker masih menghadapi tantangan dari situasi geopolitik dan dinamika minyak dunia, meski kami melihat masih terus tumbuh.
OW : Apa upaya INSA dalam hal itu ?
CH : Sebagai asosiasi tentu kami terus menjalankan fungsi sebagai mitra strategis pemerintah dan wadah pelaku usaha pelayaran nasional melalui berbagai upaya, mengawal kebijakan agar mendukung kelancaran logistic nasional dan menjaga iklim usaha pelayaran di dalam negeri tetap kondusif.
OW : Menyambut Ultah INSA yang ke 59 tahun, apa saja kegiatan yang akan dilakukan ?
CH : Kami tengah menyiapkan beberapa event ya untuk HUT INSA yang ke-59, salah satunya kita akan selenggarakan Rakernas dan INSA Yacht Festival 2026.
OW : Harga BBM yg tinggi membuat pelayaran direpotkan,,apakah INSA ada usulan ke pemerintah untuk ini, misalnya minta subsidi atau kenaikan tarif ?
CH : Kami tentu mengamati terus dinamika terkait bahan bakar ini, tapi di sisi lain pelaku usaha juga mesti dituntut bijak terkait situasi saat ini jika ingin menaikkan tarif, karena dampaknya bisa menaikkan harga komoditi dan menurunkan daya beli masyarakat. Sehingga terkait bahan bakar, kami mendorong agar adanya stabilitas pasokan ketersedian bahan bakar di seluruh wilayah. Dan mengharapkan stimulus pemerintah dibidang fiskal pajak bbm.

OW : Apa harapan INSA kedepan agar usaha pelayaran tetap bisa berjalan dengan baik ?
CH : Harapan kami sederhana, kami berharap iklim usaha yang kondusif ini terjaga dengan kebijakan yang konsisten dijalankan, adanya peningkatan pelayanan Pelabuhan agar lebih efisien. Sinergi dengan pemerintah semakin kuat dan nyata agar industry pelayaran tetap positif dan berkontribusi bagi perekonomian nasional. (***)






























