Pelabuhan Patimban mulai diminati pelayaran. Apalagi dengan resmi beroperasinya terminal petikemas yang ditandai dengan pengapalan perdana kapal MSC Aria III Monrovia (9/7) lalu.
Bahkan saat ini kapal kargo juga tak sedikit yang menggunakan pelabuhan tersebut. Misalnya, KM Wiramas yang muat beras milik Bulog Cirebon sebanyak 2.000 ton dari Patimban tujuan Pontianak Kalbar.
“Ini pengiriman beras untuk yang kedua, setelah sebelumnya juga menggunakan pelabuhan ini mengirim beras ke Dumai dari sini,” kata Adhe Purnama, Ketua DPC INSA Cirebon kepada Ocean Week, Senin (13/7) per telpon.
Adhe juga menyampaikan dukungannya terhadap beroperasinya terminal petikemas Patimban. “Ini pelabuhan masa depan Jawa Barat. Dengan panjang dermaga 450 meter dan kedalaman -14 meter, tentunya kapal-kapal besar sudah bisa dilayani disini. Sekarang masih pelayaran MSC, mungkin nantinya akan ada pelayaran global lain yang masuk kesini, selain kapal lokal,” ungkapnya.
Adhe berharap operator pelabuhan Patimban bisa menjaga service nya, karena ini sangat penting buat pengguna jasa. “Selain itu INSA Cirebon berharap agar akses jalan tol ke pelabuhan Patimban dapat segera rampung,” ujarnya.
Beberapa perusahaan domestik yang dihubungi Ocean Week seperti Temas Tbk juga menyatakan masih mempelajarinya.
“Kami lagi coba pelajari beberapa project mengenai pelabuhan Patimban,” kata Hari Haryanto, Dirut Temas Shipping, melalui WhatsApp nya, Senin pagi.
Sementara itu, Tanto Line melalui Horison, direktur Tanto untuk Jakarta mengaku belum
Layanan Perdana Mulus
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban menyampaikan bahwa kapal MSC ARIA III telah menyelesaikan layanan peti kemas internasional perdana di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban.
Kapal MSC ARIA III tiba di Pelabuhan Patimban pada Kamis, 9 Juli 2026, dan bertolak menuju Pasir Gudang, Johor, Malaysia pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 19.45 LT setelah menyelesaikan kegiatan muat peti kemas.
Keberangkatan kapal tersebut menjadi penanda telah terlaksananya layanan peti kemas internasional di Pelabuhan Patimban melalui Enhanced Seahorse Service yang dioperasikan oleh Mediterranean Shipping Company (MSC). Layanan tersebut menghubungkan Indonesia dengan sejumlah negara di kawasan Asia, khususnya Tiongkok, Thailand, dan Singapura.

Kapal MSC ARIA III merupakan kapal peti kemas berbendera Liberia dengan GT 28.097, LOA 215,29 meter, dan draft 11,55 meter. Pada layanan perdana tersebut, MSC ARIA III merealisasikan kegiatan muat sebanyak 761 box kontainer atau setara 1.473 TEUs, termasuk 92 box kontainer isi.
Kelancaran layanan perdana tersebut tidak terlepas dari dukungan dan koordinasi berbagai pihak, antara lain KSOP Kelas II Patimban dalam pengaturan dan sterilisasi area operasional, Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina dalam pelayanan kapal dan barang, serta layanan kepanduan dalam mendukung proses olah gerak kapal secara aman dan tertib.
Ke depan, layanan peti kemas internasional di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban dijadwalkan menjadi weekly call dengan frekuensi 1 kali kunjungan setiap minggu. Selain itu, layanan peti kemas domestik melalui layanan feeder juga dijadwalkan dengan frekuensi 1 kali kunjungan setiap minggu, sehingga diharapkan semakin memperkuat konektivitas logistik Pelabuhan Patimban, baik untuk layanan internasional maupun domestik.
Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran layanan perdana tersebut, mulai dari proses kedatangan, kegiatan muat, hingga keberangkatan kapal.
Menurut dia, terlaksananya layanan peti kemas internasional perdana ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai salah satu simpul logistik strategis nasional.
“Layanan perdana peti kemas internasional di Pelabuhan Patimban mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelayaran internasional terhadap kesiapan infrastruktur, layanan, dan ekosistem kepelabuhanan di Patimban,” ujar Arief.
Melalui layanan tersebut, Pelabuhan Patimban diharapkan semakin memperkuat konektivitas pelayaran internasional Indonesia, sekaligus memberikan alternatif layanan logistik yang lebih luas bagi pelaku usaha, industri, eksportir, importir, dan pengguna jasa pelabuhan.
KSOP Kelas II Patimban menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelayanan kepelabuhanan yang profesional, keselamatan dan keamanan pelayaran, serta kelancaran operasional pelabuhan melalui koordinasi dengan operator terminal, perusahaan pelayaran, instansi pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, penguatan layanan peti kemas internasional dan domestik di Pelabuhan Patimban diharapkan dapat mendukung peningkatan perdagangan, investasi, daya saing logistik, serta pertumbuhan ekonomi nasional. (**)





























