COSCO Shipping Holdings sedang dalam tahap negosiasi lanjutan untuk memesan hingga 12 kapal kontainer neo-Panamax berbahan bakar ganda LNG senilai sekitar US$2 miliar dari Hudong-Zhonghua.
Mengutip laporan Container Management London, menyebutkan bahwa kesepakatan ini akan menandai program pembangunan kapal baru utama ketiga grup tersebut dalam 12 bulan terakhir.
Laporan dari perusahaan pialang kapal menyebutkan bahwa kapal-kapal berkapasitas 14.000 TEU tersebut dihargai antara US$170 juta dan US$190 juta per unit, sehingga total nilai kontrak mencapai US$2 miliar hingga US$2,3 miliar.
Kapal-kapal tersebut diharapkan akan dioperasikan oleh unit COSCO, Orient Overseas Container Line.
Belum ada jadwal pengiriman yang diungkapkan, meskipun pesanan COSCO pada Januari di Galangan Kapal Jiangnan dijadwalkan mulai tahun 2028.
Spesifikasi neopanamax dimaksudkan untuk mengisi celah dalam armada berbahan bakar ganda grup tersebut.
Pada bulan Januari, COSCO memesan 12 kapal berbahan bakar ganda LNG berkapasitas 18.000 TEU dari Galangan Kapal Jiangnan dan enam kapal bertenaga konvensional dari COSCO Zhoushan, dengan total nilai US$2,7 miliar.
Ini merupakan komitmen pertama grup tersebut terhadap penggerak LNG untuk kapal kontainer besar.
Pada tahun 2025, OOCL secara terpisah mengontrak empat belas kapal berbahan bakar ganda metanol berkapasitas 18.500 TEU di DACKS dan NACKS dengan nilai lebih dari US$3 miliar.
Kelas 14.000 TEU ditujukan untuk perdagangan yang sesuai dengan peraturan Terusan Panama, termasuk layanan transpasifik, Amerika Latin, dan intra-Asia yang memerlukan transit Terusan Panama.
Evergreen Pesan 11 Kapal
Sementara itu, Evergreen Marine telah mengkonfirmasi pesanan sebelas kapal kontainer 24.000 TEU senilai US$3 miliar, seperti yang dilaporkan oleh Lloyd’s List London.

Kontrak tersebut dibagi antara galangan kapal di Tiongkok dan Korea Selatan. Hanwha Ocean dari Korea Selatan akan membangun enam kapal megamax, menandai kolaborasi pertamanya dengan Evergreen.
Guangzhou Shipyard International dari Tiongkok akan membangun lima kapal sisanya, yang akan dilengkapi dengan sistem bahan bakar ganda metanol dan diesel.
Evergreen, perusahaan pelayaran terbesar ketujuh di dunia dengan pangsa pasar 5,7 persen, saat ini mengoperasikan 12 kapal kontainer ultra besar.
Perusahaan ini memiliki 59 kapal dengan total kapasitas 820.000 TEU yang dipesan, jumlah terbesar di antara perusahaan pelayaran besar.
Meskipun ada kekhawatiran akan kelebihan pasokan dan tarif angkutan yang lebih lemah, perusahaan pelayaran global telah memesan hampir 9 juta TEU kapasitas baru, setara dengan 30 persen dari armada yang ada, menurut Lloyd’s List. (**/scn)




























