Pengapalan perdana kapal MSC Aria III Monrovia melalui pelabuhan Patimban Subang, Jawa Barat (Jabar), tujuan Singapore, Port Klang, Laem Chanang, sampai ke Hongkong, rutin seminggu sekali.
Beberapa pelayaran global dan pelayaran domestik juga tertarik untuk mengalihkan kegiatannya dari Tanjung Priok ke Patimban. Infonya, tahun ini mereka sudah masuk ke Patimban.
Pelayaran perdana MSC pada Kamis (9/7) ini memuat total 765 box, terdiri 716 box empty dan 49 box isi, dengan menggunakan dua mobile harbour crane.
Sebelum kegiatan hari ini, kapal MSC ini sudah melakukan ujicoba pada bulan Maret 2026 lalu, hingga akhirnya melakukan pengapalan perdana secara resmi hari ini.
“Kapal MSC bakal melayani dari pelabuhan Patimban secara rutin weekly,” ujar Pierre Avesque, President Director PT Patimban Global Gateway Terminal, kepada wartawan saat media visit di Patimban, Subang, Kamis siang.
Dia berharap supaya pelayaran internasional lain dapat menggunakan pelabuhan Patimban untuk kegiatan ekspor impor.
Harapan itu juga disampaikan oleh KSOP Patimban Arief Agustian kepada Ocean Week di kantornya, Kamis siang.
Sementara itu, CEO PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) Fuad Rizal menambahkan bahwa untuk kegiatan petikemas, kapal bisa sandar di dermaga Petikemas yang memiliki panjang 420 meter dengan kedalaman -14 meter.

Fuad juga menyampaikan bahwa sebelum terminal petikemas beroperasi, sudah dimulai dari kegiatan car terminal.
Bahkan saat ini untuk terminal kendaraan sudah mencapai 200-an ribu per tahun dari kapasitas terpasang 218 ribu per tahun.
Menurut Fuad, nanti nya pelabuhan bisa melayani ekspor impor untuk industri di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.
“Patimban dengan kapasitas 218 ribu kendaraan (mobil) per tahun, petikemas kapasitas 525 ribu TEUs,” ungkapnya.
Fuad juga mengatakan, untuk operasional terminal petikemas, PPI menggandeng PT Patimban Global Gateway Terminal (PGT) sebuah konsorsium yang terdiri dari AGL, Toyota Tsusho, dan Samudera Indonesia, dengan komposisi kepemilikan saham 45% Africa Global Logistics, 34% Toyota Tshusho Corporation, dan 21% PT Samudera Pelabuhan Indonesia.
“Kami berharap sukses yang dicapai di terminal kendaraan juga bisa terjadi di Terminal Petikemas,” harap Fuad.
Oleh sebab itu, Fuad juga mengharapkan adanya dukungan dari semua sektor di pelabuhan Patimban, baik pemerintah pusat, Pemda, dan stakeholder lainnya.
Kedepan, katanya, peran strategis Patimban bukan hanya sebagai pelabuhan alternatif dan penyangga Tanjung Priok, tapi sebagai tujuan utama.
Terintegrasi ke Industri
KSOP Patimban Arief Agustian kepada wartawan mengungkapkan, dengan adanya Patimban, daerah Rebana akan berkembang dan akan muncul daerah di timur laut. “Selanjutnya bukan hanya pembangunan tapi bagaimana mengoperasikan pelabuhan secara optimum.

“Hari ini bertepatan dengan adanya kapal MSC, Pelabuhan Patimban berada di Subang Jabar, terintegrasi dengan 13 industri. Kami berharap semester 1 tahun 2027, akses tol dari dan ke pelabuhan Patimban selesai dibangun. Sebab dengan selesainya tol akan memperlancar pergerakan barang,” ujarnya.
Arief menambahkan, dengan beroperasi nya Patimban, diharapkan dapat mengefisienkan untuk logistik wilayah Jabar yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.
“Patimban bisa mengurangi krodit di Priok. Patimban memiliki lokasi strategis, diharapkan industri di Jabar dapat memanfaatkan pelabuhan Patimban sebagai kegiatannya,” tegasnya.
Menurut Arief, pembangunan pelabuhan Patimban terus dilakukan. Harapannya, pelabuhan Patimban dapat selesai pembangunannya pada 2029 mendatang.
“Saat ini terminal kendaraan sedang dilakukan pengembangan. Nantinya ditargetkan area penumpukan bisa melayani total 600 ribu kendaraan per tahun,” katanya.
Fuad menambahkan, sekarang ini untuk terminal petikemas juga terus dilakukan pengembangan. Saat ini, kapasitas petikemas masih 200 ribu TEUs, apabila pengembangan selesai, kapasitas petikemas akan bertambah jadi 600 ribu TEUs.
“Saat ini sedang proses tender, dengan pengembangan kontainer terminal, nantinya panjang dermaga bisa 800 meter, dan target kapasitas bisa mencapai 3,9 juta TEUs. Harapannya dapat segera direalisasikan agar kapasitas Patimban dapat lebih baik lagi untuk kelancaran logistik,” ujar Fuad.
Sedangkan Yazawa dari PICT Car Terminal in Patimban Port mengatakan bahwa tahun ini kedalaman sudah -14 meter, sehingga kapal yang mengangkut mobil di seluruh dunia bisa dilayani di pelabuhan Patimban. “Toyo Fuji shipping sudah masuk ke sini, tujuan reguler Hongkong, Laem cabang, port Klang,” katanya.
Dia menegaskan, untuk terminal kendaraan, tiga kapal sekaligus bisa sandar di dermaga car terminal Patimban.
Sementara untuk domestik, ada kapal tujuan Belawan, Batam, kembali ke Patimban (PP 10 hari). Rencananya, kapal ASDP bakal masuk Patimban untuk rute ke Pontianak, Banjarmasin.
Dia juga menyampaikan, kalau tak ada paksaan industri Jepang untuk menggunakan Patimban, karena masih boleh ke Tanjung Priok. “Terserah pilihannya, bisa ke Priok atau ke Patimban,” katanya.
Dengan beroperasinya terminal petikemas Patimban, Arief sekali lagi berharap akan banyak pelayaran global dan domestik yang menggunakan Patimban untuk kegiatannya. (***)





























