Kesibukannya tak bisa dipungkiri lagi. Setiap hari tak kurang dari 3 agenda meeting dilakoninya.
Meski begitu Srikandi yang menggeluti usaha di sektor angkutan laut ini enjoy saja, rasanya tak ada kata ‘lelah’ dalam kamus hidupnya.
Dialah Carmelita Hartoto (CH), akrab disapa Meme, yang saat ini aktif sebagai Ketua Kadin Indonesia bidang Perhubungan dan Ketua Umum DPP Indonesia National Shipowners Association (INSA).
Saat Indonesia memperingati hari Kartini yang jatuh pada hari Selasa (21 April) kemarin, Ocean Week diberi kesempatan mengobrol santai dengan Carmelita Hartoto mengenai banyak hal, khususnya soal bagaimana imansipasi wanita dimasa sekarang. Berikut laporannya.
OW : Apa kesan Ibu di hari Kartini saat ini?
CH : Hari ini, maaf, yang saya lihat adalah dokter-dokter wanita kita, para perawat juga apoteker wanita yang semua bekerja menjadi garda terdepan menangani orang-orang yang sakit karena COVID 19 meninggalkan keluarga, anak suami bahkan sampai tertidur di kursi berjam-jam tidak makan sekalipun pergi kekamar kecil untuk menyelesaikan jadwal jaga mereka, inilah wanita-wanita kebanggaan kita yang mempertahuhkan nyawa mereka sudah seperti itu.
OW : Lalu?
CH : Tapi kita sangat sedih dan prihatin, saat mereka pulang, warga daerahnya juga tempat kos mereka tidak mau menerimanya. Padahal, mereka adalah wanita-wanita penyelamat saudara-saudara kita yang sedang berjuang menyambung nyawanya.
OW : Kalau bidang kemaritiman siapa wanita yang Ibu pandang sebagai sosok panutan?
CH : Yah kalau bidang maritim ya Keumalahayati atau Malahayati, seorang laksamana perempuan asal Kesultanan Aceh dari abad ke-16. Beliau adalah panglima maritim. Sekolah di Turki dan menjadi salah satu panglima Indonesia. Panglima pertama wanita, pertama di dunia, dan dia ini orang Aceh. Suatu panutan bagi kita semua.
OW : Kenapa mesti Malahayati?
CH : Karena bliau itu sebagai perempuan pertama yang mengenalkan maritim. Sebagai sosok panglima wanita pertama yang layak menjadi inspirasi.
OW : Saran dan pesan Ibu untuk para perempuan Indonesia saat ini?
CH : Jadilah perempuan Indonesia. Meski banyak yang berkarir, namun mesti dapat membagi waktu dan semuanya secara balance. Jadi antara bekerja di kantor, di rumah, berorganisasi dan karir bisa seimbang.
OW : Maksudnya?
CH : Semuanya harus bisa dibagi agar semua bisa di-balance. Supaya semuanya di-schedule agar bisa terkendali. Saya ucapkan selamat hari Kartini kepada perempuan-perempuan tangguh indonesia. Sebab sekarang ini banyak juga perempuan yang bekerja sebagai kapten kapal, ABK, politisi, dan pimpinan perusahaan. Bahkan sudah pernah perempuan Indonesia yang menjadi Presiden RI (Megawati Soekarnoputri-red).

Untuk diketahui bahwa Carmelita Hartoto pun merupakan perempuan pertama yang memimpin INSA (organisasi pengusaha pelayaran di negeri ini) yang mayoritas anggotanya adalah kaum Adam.
Bagiamana Meme akhirnya mengenal bisnis kemaritiman ini. Berawal pada tahun 1994, setelah merampungkan pendidikan pascasarjana bidang keuangan dan bekerja di sebuah perusahaan perdagangan di London, Inggris, Carmelita berkesempatan pulang ke Jakarta untuk berlibur dan mendapati ayahnya terkena serangan jantung.
Dan Tuhan berkehendak lain, Ayahandanya dipanggil yang kuasa untuk selamanya. Mau tak mau Meme harus meneruskan posisi ayahnya di perusahaan, karena dia merupakan anak tertua dari tiga saudara perempuannya.
Dari situlah Meme mulai mengenal dunia angkutan laut, hingga kepelabuhanan, dan sampai kini kiprahnya tak diragukan lagi di dunia yang sarat dengan tantangan ini. Bahkan Meme masih dipercaya diberbagai organisasi sebagai penasihat maupun pimpinan. Selamat untuk perempuan Kartini masa kini. (***)






























