Indonesia National Shipowners Association (INSA) Semarang, Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah, serta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jateng dan DI Yogjakarta, menyatakan bahwa kinerja terminal petikemas Semarang (TPKS) saat ini sudah sangat baik.
“YOR rendah (dibawah 60) dan keluar masuk petikemas lancar. Kapal juga sudah tak lagi antre, depo petikemas pun sudah nggak macet. Ekspor petikemas juga lancar,” ungkap Teguh Arif Handoko (ketua ALFI Jateng & DIY) dibenarkan Budiatmoko (Ketua GINSI Jateng), dan Hari Ratmoko (ketua INSA Semarang) yang dihubungi Ocean Week secara terpisah, Kamis (21/5).
Mereka berharap 4 Crane baru tambahan yang sudah datang di TPKS dapat segera beroperasi. “Sekarang masih uji coba, semoga dengan crane tambahan, layanan bongkar muat barang (petikemas) bisa lebih cepat, dan efisien. Kami berharap alat itu bisa segera beroperasi,” ungkapnya.
Teguh mengungkapkan kalau TPKS saat ini sudah ‘Mumpuni’, untuk menghandle barang dari berbagai kawasan industri yang berada seputaran Semarang, seperti Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Terpadu Batang, dan sebagainya.
Hal sama juga dinyatakan Koko (panggilan akrab Budiatmoko). “Importasi melalui Tanjung Emas juga lancar-lancar saja saat ini. Kalau ada hambatan itu hanya kasuistis, dan sekarang hampir nggak terjadi,” ujarnya di kantor GINSI yang hari ini sedang memperingati 70 tahun usia organisasi importir ini.
Sementara itu, Hari Ratmoko, ketua INSA Semarang mengaku kalau saat ini antrean kapal sudah tak terjadi lagi. “Kapal sesuai jadwal, antrean kapal sudah sangat berkurang. Service sudah bagus,” katanya.
Hanya saja, ungkap Hari, alur pelayaran perlu dikeruk, supaya kapal besar bisa masuk kesini (Tanjung Emas). Saat ini alur hanya -9 meter, akibatnya kapal besar tak berani ke Tanjung Emas.
Ocean Week pada Kamis siang (21/5), menyempatkan melihat kegiatan di pelabuhan Tanjung Emas. Tampak truk-truk bermuatan petikemas lalu lalang keluar masuk TPKS.
Ada juga sebagian truk yang parkir menunggu muatan.
Informasi yang diperoleh Ocean Week menyebutkan bahwa throughput petikemas hingga Mei 2026 tercatat 394.482 TEUs.
Teguh maupun Koko mengakui kalau impor ekspor melalui TPKS meningkat. “Kami berharap supaya service terus ditingkatkan, sehingga pelanggan akan tertarik untuk menggunakan TPKS sebagai kegiatannya,” ujar Teguh diiyakan Koko. (***)





























