Terminal Petikemas Semarang menerima kunjungan delegasi Overseas Coastal Area Development Institute of Japan (OCDI) bersama KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang dalam rangka studi dan pertukaran informasi terkait pengelolaan pelabuhan, pengembangan infrastruktur, serta operasional terminal peti kemas.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda delegasi OCDI di Indonesia. Sebelum mengunjungi Terminal Petikemas Semarang, delegasi juga telah melakukan kunjungan ke Terminal Teluk Lamong pada tanggal 8 Juni 2026 untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan terminal peti kemas dan pengembangan kawasan pelabuhan di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen TPK Semarang memaparkan profil perusahaan, kinerja operasional, serta berbagai upaya peningkatan kapasitas dan layanan yang dilakukan untuk mendukung kelancaran arus logistik nasional.

Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah tantangan operasional yang dihadapi terminal akibat kondisi geografis kawasan pesisir Semarang, termasuk fenomena penurunan permukaan tanah (land subsidence), serta strategi mitigasi yang diterapkan perusahaan untuk menjaga keandalan operasional.
Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, TPK Semarang berhasil mencatatkan kinerja positif dengan membukukan arus peti kemas lebih dari 1 juta TEUs sepanjang tahun 2025, menjadikannya salah satu terminal peti kemas utama di Indonesia.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum yang baik untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pelabuhan.
“Kami menyambut baik kunjungan delegasi OCDI dan KSOP Tanjung Emas sebagai wadah bertukar wawasan dan pengalaman dalam pengelolaan terminal peti kemas. Di tengah berbagai tantangan operasional, TPK Semarang terus berupaya meningkatkan keandalan layanan, produktivitas, dan efisiensi operasional. Capaian arus peti kemas lebih dari 1 juta TEUs pada tahun 2025 menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung kelancaran logistik serta pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Nyoman.
Karakteristik dari TPK Semarang juga menjadi salah satu hal yang menarik perhatian delegasi. Berlokasi di kawasan pesisir yang menghadapi fenomena penurunan permukaan tanah, TPK Semarang dituntut untuk terus beradaptasi melalui penguatan infrastruktur, peninggian area operasional, serta berbagai inovasi dalam pengelolaan terminal. Kemampuan menjaga pertumbuhan operasional dan keandalan layanan di tengah tantangan tersebut menjadikan TPK Semarang sebagai salah satu terminal dengan karakteristik yang unik untuk dipelajari.
Ketua delegasi OCDI, Hideo Sasaki, mengungkapkan bahwa TPK Semarang merupakan terminal yang sangat menarik karena mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan lingkungan yang tidak sederhana. Menurutnya, terdapat banyak hal yang ingin dipelajari lebih lanjut dari pengalaman TPK Semarang, khususnya terkait strategi pengelolaan operasional, penguatan infrastruktur, dan upaya menjaga keberlanjutan layanan di kawasan yang terdampak penurunan muka tanah.
“TPK Semarang sangat menarik bagi kami. Ada banyak hal yang ingin kami ketahui lebih dalam dan banyak pertanyaan yang ingin kami ajukan, terutama mengenai bagaimana terminal ini mampu terus berkembang dan mempertahankan kinerja yang baik di tengah tantangan yang dihadapi. Pengalaman seperti ini sangat berharga untuk dipelajari,” ujar Hideo Sasaki.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi OCDI bersama KSOP Tanjung Emas melakukan diskusi dan peninjauan lapangan guna melihat secara langsung aktivitas operasional Terminal Petikemas Semarang, mulai dari pelayanan kapal hingga pengelolaan lapangan penumpukan peti kemas.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sektor kepelabuhanan, baik di Indonesia maupun Jepang, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam mendukung pelabuhan yang modern, tangguh, dan berkelanjutan. (**/ril)






























