Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut resmi membuka rangkaian peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) Tahun 2026 melalui penyelenggaraan Maritime Expo di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (23/6).
Mengusung tema global yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO), “Carrying World Trade, Carrying the Risks”, Wakil Menteri Perhubungan, Suntana mengungkapkan peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pelaut yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan global, sekaligus menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan profesinya.
Dengan tingginya risiko yang diemban, Wamen Suntana mengungkapkan Kementerian Perhubungan terus berkomitmen agar pelaut Indonesia dapat terjamin hak-haknya termasuk perlindungan, dan kesejahteraan yang layak.
“Bekerja di atas kapal berarti berhadapan dengan cuaca ekstrem, jauh dari keluarga dalam waktu berbulan-bulan, hingga ancaman kecelakaan di laut. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dedikasi, keberanian, dan pengabdian Pelaut Indonesia. You are the Heroes of the Oceans,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud mengungkapkan Indonesia sendiri saat ini tercatat sebagai salah satu dari lima negara pemasok pelaut terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 1,6 juta pelaut.
Potensi tersebut, kata Masyhud, harus diiringi dengan peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, serta perlindungan yang memadai agar pelaut Indonesia semakin kompetitif di pasar maritim global.
“Pemerintah terus memperkuat sistem sertifikasi kepelautan, digitalisasi pelayanan, serta pengawasan implementasi standar internasional seperti STCW Convention dan Maritime Labour Convention (MLC) 2006. Selain itu, perlindungan terhadap hak-hak pelaut, keselamatan kerja, kesehatan, dan kesejahteraan juga menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Masyhud menambahkan, saat ini, terdapat lebih dari 100 lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang terus Ditjen Perhubungan Laut bina agar memenuhi standar internasional.
“Selain itu, fasilitas simulator juga terus kami tingkatkan, kualitas instruktur diperkuat, dan kurikulum diselaraskan dengan kebutuhan industri maritim global,” tandasnya.
Selain Maritime Expo yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026, rangkaian Hari Pelaut Sedunia juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti penyerahan approval kepada lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan, pemberian santunan dan asuransi kepada keluarga pelaut, layanan kesehatan dan donor darah, serta pelayanan dokumen kepelautan.
Tidak hanya itu, pada peringatan puncak yang dihelat pada 25 Juni 2026 mendatang, juga turut diadakan Strategic Maritime Forum 2026, sebuah forum yang akan membahas arah kebijakan maritim nasional, investasi sektor maritim, serta penguatan SDM pelaut sebagai aset strategis bangsa, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan di bidang pelayaran dan maritim.
Adapun rangkaian Hari Pelaut Sedunia 2026 akan ditutup dengan kegiatan jalan santai atau fun walk yang akan digelar di Plaza Barat Gelora Bung Karno Jakarta pada tanggal 28 Juni 2026.
Melalui momentum Hari Pelaut Sedunia 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara regulator, industri, lembaga pendidikan, dan komunitas pelaut dalam membangun ekosistem maritim yang berkelanjutan serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk kemajuan sektor kepelautan nasional. (***)





























