Hari raya Idul Fitri tahun 2025 (Lebaran) kurang beberapa Minggu lagi, berbagai moda angkutan (darat, laut dan udara) sudah mulai ramai pesanan tiket dari masyarakat yang ingin Mudik ke kampung halamannya.
Tak terkecuali, angkutan penyeberangan. Para pengusaha di sektor ini pun sudah mempersiapkan angkutannya untuk melayani para pemudik. Apalagi untuk Penyeberangan antar pulau ini, biasanya cukup ramai dipadati para calon penumpang. Sebut saja untuk penyeberangan dari Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan sebagainya.
Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, pihak Gapasdap sebagai organisasi pengusaha angkutan penyeberangan biasanya jauh-jauh hari sudah melakukan antisipasi. Apa dan bagaimana persiapan yang dilakukan Gapasdap, Ocean Week (OW) mencoba meng- interview Ketua Umum DPP Gapasdap, Khoiri Soetomo (KS), berikut kutipannya.
OW : Bagaimana kesiapan anggota Gapasdap untuk angkutan Lebaran tahun ini?
KS : Seperti tahun-tahun sebelumnya, anggota Gapasdap telah mempersiapkan armada kapal secara maksimal untuk menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran. Pemeriksaan kapal secara berkala terus dilakukan guna memastikan semua kapal dalam kondisi prima dan siap beroperasi dengan aman dan lancar. Kami juga berkoordinasi dengan ASDP, regulator, dan pihak terkait lainnya untuk mengoptimalkan layanan di pelabuhan dan di atas kapal. bahkan sebelum bulan Romadhon kemarin kami mengadakan Rakor Angkutan Lebaran yang melibatkan semua stakeholder dan hasil rekomendasikan Rakor Angkeb (angkutan Lebaran) GAPASDAP sudah kami sampaikan kepada Kemenhub dan alhamdulillah Dirjend Hubla melalu Dirlala langsung mengadakan rapat teknis membahas usulan GAPASDAP.
OW : Khusus angkutan dari Banten ke Bakauheni, apakah ada strategi tersendiri seperti tahun-tahun lalu?
KS : Ya, kami tetap menerapkan strategi yang sudah terbukti efektif, seperti pengaturan jadwal kapal yang lebih fleksibel untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Selain itu, kami mendukung sistem tiket online agar proses keberangkatan lebih tertib dan mengurangi antrean di pelabuhan. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait juga terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di sekitar pelabuhan.
OW : Tahun ini ASDP katanya meniadakan dermaga eksekutif, apa benar itu. Bagaimana menurut Bapak tentang itu?
KS : Alhamdulillah, direksi ASDP baru saat ini dari generasi muda yang energik, visioner dan akomodatif serta memiliki visi dan misi yang sejalan dengan usulan GAPASDAP dengan agar saat puncak arus mudik Lebaran semua dermaga dibuka untuk kapal kapal yang mempunyai kapasitas terbesar, kecepatan tertinggi dan performance terbaik. Artinya ASDP tidak lagi memonopoli layanan dermaga express yang selalu menjadi kendala bottle neck saat puncak arus mudik. Kami memahami bahwa ada evaluasi terhadap operasional dermaga eksekutif. Jadi benar dermaga eksekutif ditiadakan, tentu akan ada dampak terhadap pola pergerakan penumpang dan kendaraan. Namun, yang terpenting adalah bagaimana pengelolaan kapasitas pelabuhan dan kapal dapat tetap optimal sehingga tidak terjadi penumpukan yang berlebihan. Kami berkomitmen menjaga komunikasi yang baik antara GAPASDAP, ASDP, operator kapal, dan pemerintah agar keputusan yang diambil tetap mengutamakan kelancaran dan kenyamanan penumpang.

OW : Perlukah ada pembagian misalnya untuk roda dua lewat Ciwandan, truk lewat pelabuhan lain, dan orang lewat Merak?
KS : Kami sangat memahami keinginan semua pihak untuk kelancaran arus mudik lebaran, Pembagian seperti ini dipandang bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan di Merak, terutama saat puncak arus mudik dan balik. Tahun lalu, skema ini sudah diterapkan, dan hasilnya tidak cukup membantu kemacetan. Namun, yang terpenting adalah kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung di pelabuhan alternatif agar pemudik tetap mendapatkan pelayanan yang baik. Karena Pelabuhan Utama Merak-Bakauheni justru trail ada muatan pada waktu tertentu.
OW : Masukan Gapasdap untuk angkutan Lebaran di Merak-Bakauheni maupun pelabuhan lainnya?
KS : Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian antara lain:
• Optimalisasi armada kapal agar frekuensi perjalanan lebih baik dan tidak terjadi antrean panjang.
• Peningkatan fasilitas di pelabuhan, seperti area tunggu yang lebih nyaman, terutama bagi penumpang pejalan kaki.
• Penerapan sistem tiket online yang lebih ketat agar tidak ada penumpukan kendaraan tanpa tiket di pelabuhan.
Penerapan SKB dilakukan dengan fleksibel sesuai kondisi riil di lapangan karena ada posko yang terus memonitor pergerakan arus muatan. Tetap menggunakan pelabuhan Merak-Bakauheni sebagai Pelabuhan Utama bukan sebaliknya.
• Koordinasi lebih intensif antar instansi terkait pengaturan arus lalu lintas menuju dan dari pelabuhan.
• Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membeli tiket lebih awal dan mengikuti jadwal keberangkatan yang sudah ditentukan.
Kami berharap dengan koordinasi yang baik, angkutan Lebaran tahun ini bisa berjalan lebih lancar dan nyaman bagi semua pihak. (rid/ow)






























