Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan kapal laut untuk mengevakuasi pengungsi kerusuhan Wamena, agar para pengungsi dan korban dapat dievakuasi dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, mengingat kondisi Wamena yang sedang tidak kondusif.
“Kami akan membantu eksodus warga di Papua dengan menyiapkan beberapa jenis kapal, yakni Kapal Negara KPLP, Navigasi, perintis dan Pelni berjadwal di beberapa pelabuhan Papua Barat dan Papua,” kata Hengki Angkasawan, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Menurut Hengki, kapal yang disiapkan itu ada KN KALAWAI P 117 berada di Pelabuhan Gudang Arang Ambon dan KN GANDIWA P 118 dari Pangkalan PLP Kelas II Bitung.
Kapal tersebut berkapasitas 100 – 150 orang. Selain itu dalam kapal juga disiapkan persediaan logistik.
Selain kapal, Kemenhub juga menyediakan pesawat Trigana, Deraya, My Indo, Semuwa Aviation Mandir, Jayawijaya Air Dirgantara, Wings Air, dan dua tipe pesawat Hercules yang dapat mengangkut lebih dari 500 orang.
“Dari data yang kami terima kebanyakan pengungsi bertujuan ke Sorong, Ambon, Ternate, Bitung, dan Makasar. Jadi kami akan berupaya mengeksodus para pengungsi ke kampung halaman mereka,” jelas Hengki.
Sebagai informasi jumlah pengungsi di Wamena, Papua, mencapai ribuan orang yang masih berada di sejumlah tempat seperti gereja dan rumah warga. Kerusuhan di Wamena menelan 32 orang korban jiwa sehingga seluruh masyarakat panik dengan situasi keadaan di Wamena. (ant/**)





























