Terminal petikemas Patimban resmi beroperasi ditandai dengan pengapalan perdana kapal MSC, pada Kamis (9/7) lalu untuk rute Patimban-Singapura- Portklang-Laemchabang-Hongkong.
Oleh karena itu, kebutuhan truk petikemas saat ini sangat diperlukan untuk mengangkut petikemas dari Patimban ke industri atau tempat lainnya.
“Itu jadi peluang usaha baru bagi anggota Aptrindo,” ujar Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo kepada Ocean Week, per telepon, kemarin.
Menurut Tarigan, dengan beroperasinya terminal petikemas Patimban sangat positif mengurangi kepengapan Tanjung Priok.
“Ada nafas baru. Perlu ada penataan pelabuhan Patimban yang tertata rapi dan futuristik berkaca dari kelemahan Tanjung Priok,” ungkapnya.
Dan itu, kata Tarigan, bakal menciptakan persaingan yang sehat untuk melahirkan ide baru menggunakan teknologi yang efisien.
Selain itu, ada alternatif lain untuk kebijakan pengaturan jalan untuk hari hari padat.
Sementara itu, CEO PT Pelabuhan Patimban Internasional, Fuad Rizal mengungkapkan bahwa kedepan kebutuhan truk petikemas cukup banyak.
Paling tidak ratusan truk untuk angkutan petikemas dari daerah luar Patimban ke pelabuhan. “Sekarang kapal MSC rutin ke Patimban seminggu sekali. Ratusan petikemas dibongkar dan muat. Kalau truk yang didalam sudah kami siapkan, tapi yang kebutuhan angkutan keluar yang masih perlu,” katanya.
Karena itu, Fuad mengundang investor untuk berinvestasi truk di Patimban. “Kami mengundang investor untuk itu,” katanya. (***)






























