IntiCorp Logistics-Penyedia layanan transportasi, logistik dan ekspor impor melaunching ‘Halal Logistik’ untuk menjamin halal produk dengan dukungan halal logistik untuk menjaga manajemen mutu produk halal dari produsen hingga ke konsumen, bertempat di Santika Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (2/3/2023).
Hadir pada kesempatan ini antara lain, Tjuk Sukardiman, mantan Dirjen Perhubungan Laut yang sekarang jadi Rektor Universitas Trisakti Transportasi, Erwin Aksa (pemerhati logistik), Gagan Gartika (Wakil Ketua Umum Aptrindo), dan beberapa pelaku usaha logistik.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi dengan tema ‘Tantangan Implementasi Halal Logistik di Indonesia’ menampilkan Nara sumber Director
Of Halal Product Industry dari National Committee of Islamic Economy and Finance, Afdhal Aliasar, Ketua ALI Mahendra Rianto, dan Quality Managet HAVI Indonesia Fatia Hartisnty, dengan dimoderatori Dr. Nofrisel (penasihat ALI).
Dalam sambutannya, Direktur PT Intitrans Perkasa Abadi (IntiCorp Logistics), Tjong Chia Huie, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dengan berbagai stakeholders maupun para pelaku bisnis logistik untuk memanfaatkan fasilitas halal logistik tersebut.

Tjong juga mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak sehingga IntiCorp Logistics bisa melaunching fasilitas halal logistik.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan sertifikat halal logistik dari Kementerian Agama RI kepada IntiCorp Logistics.
“Dengan diterimanya sertifikat halal logistik, dapat dipastikan semua layanan IntiCorp Logistics telah mengadopsi standard layanan produk halal mulai dari pengangkutan (trucking) hingga proses penyimpanan di pergudangan,” kata Tjong.
Sementara itu, Direktur Utama LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muti Arintawati mengatakan, bagaimana pentingnya fasilitas logistik halal karena hal itu merupakan bagian dari program pemerintah sesuai dengan UU No:33 tahun 2014 tentang Jaminan Halal.
Pada pasal 1 beleid itu disebutkan jaminan halal tidak hanya mencakup barang tetapi juga terhadap layanan jasanya yang terkait dengan penyembelihan, penyimpanan, distribusi dan pengolahan.
Menurut Muti, tantangan dalam sertifikasi halal jasa logistik saat ini masih terkendala tiga hal yakni kurangnya informasi mengenai wajib sertifikasi halal logistik, kurangnya pengetahuan persyaratan tentang itu, dan kendala proses pengiriman pihak ketiga (armada truknya).

Mahendra dalam paparannya mengatakan bahwa market produk halal di dunia cukup besar mencapai US$ 2,3 Triliun. “Konsumen terbesar adalah Indonesia, menyusul Pakistan, Bangladesh, bahkan China pun sudah mendeklair untuk hub halal,” ungkapnya.
Adapun produk terbesar berupa makanan dan kosmetik.
Mahendra juga mengatakan sebenarnya apa tujuan negara ini menggarap produk halal ini.
Fatia menambahkan, sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang halal logistik, pihaknya selalu berusaha untuk mengutamakan kehalalan. Makanya, pihaknya selalu memberikan pengertian tentang halal ini kepada para vendornya.
Diakhir kegiatan, Tjuk Sukardiman mengajak kepada semua yang hadir untuk membentuk Asosiasi Pemerhati Halal Logistik Indonesia, dan deklarasinya sepontan dilakukan pada saat itu juga. (**)





























