Perjuangan 350 orang pensiunan PT Pelindo yang menggeruduk kantor PT Pelindo di Jakarta Utara, untuk menemui direksi Pelindo, pada Selasa (10/6) akhirnya membuahkan hasil.
10 orang perwakilan pensiunan kemudian berhasil diterima dan ditemui oleh Ihsanudin Usman (IU), salah satu direktur PT Pelindo, untuk menyampaikan aspirasinya.
“Tadinya kami diminta hanya 3 orang perwakilan, tapi setelah didesak oleh Bu Irma Suryani Chaniago (anggota DPR yang juga pensiunan PT Pelindo), Pak IU memperbolehkan 10 orang perwakilan yang bisa menemui direksi Pelindo,” ujar Dalsaf Usman, Senior Executive Founder pensiunan Pelindo, kepada Ocean Week, melalui WhatsApp nya.
Menurut Dalsaf, dalam pertemuan tersebut, para pensiunan membahas seputar korupsi dana pensiun.
“Ada 7 butir pembahasan dalam pertemuan itu, yakni mengenai Kenaikan Manfaat Pensiun. Lalu Usulan memperoleh Uang Pensiun ke 13 sebagaimana diperoleh ASN dan Pensiunan TNI/Polri. Layanan Kesehatan yang sangat buruk di RS Pelabuhan. Usulan anak-anak pensiun bisa bekerja di Pelindo. Uang duka untuk suami/isteri pekerja yang sebelumnya diberikan saat ini dihapus. Iuran Pensiun yang tertunggak sebesar Rp 240 M, dan Bantuan Uang Sembako (BUS) agar dinaikkan sebesar Rp.5 juta dan dirubah namanya,” ungkap Dalsaf.
Dalam kesempatan tersebut, Dalsaf juga sempat menanyakan atas ditahannya dana iuran pensiun sebesar Rp 240 M. “Kami mendesak supaya tunggakan itu segera dibayarkan oleh dana pensiun. Karena keuangan PT Pelindo sangat sehat, kita tau saldo kas posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 20, 352 M dan laba 2024 sebesar Rp 4.3 T,” jelasnya.
Dalsaf juga menyampaikan bahwa sewaktu pertemuan, bukan hanya dirinya saja yang dengan semangat menyampaikan aspirasinya, namun semua perwakilan juga ikut berbicara. Misalnya, Armen Amir (senior Executive Founder) yan menanyakan kepada IU yang hampir tak bisa dijawab IU. Apalagi Armen memiliki bukti-bukti rekaman komunikasi antara IU dan OPPI, agar kegiatan tanggal 10/6 dibatalkan.
Kata Dalsaf, IU pun sedikit kesulitan saat ditanyai mengenai dana perobatan pensiun yang alokasinya Rp 72 M dialokasikan 10 % untuk BPJS, 10 % untuk Bapel dan 10% untuk admedika. “Saat IU coba menjelaskan hal yang sesungguhnya kurang dipahaminya secara detail dan baru mengerti ada absorsi anggaran seperti itu,” kata Dalsaf.
Henry, pensiunan Kepala Humas Pelindo 2 menambahkan bahwa anak emas IU yang bernama P3I ikut menikmati dana perobatan untuk kegiatan jalan-jalan, dan hal itu membuat IU hanya terdiam.
Sementara itu, Ermanto Usman (terkahir pensiunan di JICT) menyampaikan adanya konspirasi dalam manajemen dengan Hutchison yang membuat posisi Pelindo. “Itu juga membuat Pak IU makin pusing,” kata Dalsaf.
Belum lagi saat mendengar omongan Kirnoto (aktivis serikat pekerja) yang bakal menggelar demo lebih besar lagi kalau aspirasi para pensiunan Pelindo ini tak diindahkan direksi Pelindo.
Dalsaf mengaku bersyukur dengan pertemuan tersebut, akhirnya IU berjanji akan memenuhi tuntutan yang disampaikan para pensiunan Pelindo, untuk diteruskan kepada direksi lainnya pada rapat pleno Direksi nanti.
Sebelumnya Dalsaf menyampaikan bahwa saat ini pensiunan hanya menerima uang pensiun dikisaran Rp 160 ribu – Rp 600 ribu, jumlahnya mencapai 6000 orang dan 4000 orang menerima antara Rp 600 ribu – Rp 1,7 jt.
Seperti diketahui bahwa para pensiunan Pelindo ini adalah orang-orang yang dahulu mengabdikan diri nya di perusahaan BUMN milik negara ini.
Sudah cukup lama, mereka memperjuangkan kesejahteraan pensiunnya, namun sampai sekarang belum berhasil. (***)





























