Pemerintah (Kemenhub) tetap berupaya agar sistem inaportnet versi 1 dan versi 2 (kapal dan barang), plus DO Online yang diberlakukan di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia (terutama lima pelabuhan, Priok, Perak, Belawan, Makassar & Tanjung Emas) terus diperbaiki.
Pemerintah (Kemenhub) juga berharap integrasi sistem di semua institusi di pelabuhan dapat dilakukan dengan baik. “Kami terus berusaha ke arah sana (integrasi sistem), baik dari Perhubungan, Pelindo, Bea Cukai, Pelayara, maupun terminal. Tidak pakai target kapan itu terealisasi, tetapi kami terus berusaha ke arah sana,” kata Sekjen Kemenhub Djoko Sasono, kepada pers usai menutup acara peduli Lombok dalam rangka Harhubnas, di Tanjung Priok, Jumat (14/9).
Senada dengan Sekjen Kemenhub, adalah Agus Purnomo, Dirjen Hubla. “Kami pasti akan memperbaiki sistem tersebut untuk diterapkan di pelabuhan di Indonesia. Sekarang baru lima pelabuhan yakni Priok, perak, Makassar, Belawan dan Semarang,” katanya menjawab Ocean Week, di Priok, tadi pagi.
Menurut Dirjen Agus, pihaknya selalu mengevaluasi terhadap implementasi sistem inaportnet dan DO Online yang diberlakukan di Priok maupun pelabuhan lainnya. “Mesti hati-hati dan pelan-pelan, tapi kami tetap berusaha memberikan yang terbaik kepada pengguna jasa,” ujarnya.
Sementara itu, Hermanta (Kepala OP Tanjung Priok) menambahkan, kalau pelaksanaan Inaportnet di pelabuhan Priok sudah jauh lebih baik dibandingkan di Perak, Belawan, maupun di Makassar. “Disini (Priok-red) sekarang sudah jauh lebih baik dibandingkan pelabuhan-pelabuhan lain seperti Makassar, Belawan, dan Tanjung Perak,” katanya.
Meski begitu, pihaknya tidak tinggal diam, dan terus berupaya untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terjadi pada implementasi sistem online tersebut.
Sewaktu sistem inaportnet dan DO Online ini ditanyakan kepada Adil Karim (Sekretaris ALFI Jakarta) yang kebetulan ada juga GM Pelindo Priok Mulyadi, Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok Dwi Teguh Wibowo, Tresna Pardosi dari operator terminal MAL, Adil hanya menyatakan jika sistem tersebut sudah berjalan dengan baik. “Sampai sekarang berjalan normal,” kata Adil sembari tersenyum.
Sedangkan Hanif (Ujang panggilannya), kepala bidang hukum DPC INSA Jaya, mengungkapkan bahwa inaportnet di Priok sudah berjalan bagus. “Kalau sekarang terkadang ada masalah, itu karena sedang ada perpindahan sebagian kantor OP ke Terminal Penumpang di Priok, jadi sistem untuk perencanaan kapal sandar terkadang terganggu,” ujarnya.
Seperti diketahui, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Juni 2018 lalu telah meresmikan penerapan sistem Inaportnet barang dan delivery order (DO) online di empat pelabuhan utama (Priok, Belawan, Makassar, dan Perak), dan satu pelabuhan kelas I (Tanjung Emas Semarang).
Inaportnet adalah sistem layanan tunggal berbasis internet yang mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan. Menurut Budi, sistem Inaportnet barang dan DO Online membuat para pengguna jasa dapat memantau pergerakan kapal dan kontainer sehingga dapat meningkatkan transparansi pelayanan.
“Kita berhasil melakukan efisiensi waktu dan biaya. Waktu, jumlah orang, biaya itu bisa dipercepat dan yang penting sekali adalah clarity. Jadi kita bisa memastikan barang kita dimana, dan bagimana,” ungkap Budi di Jakarta.
Budi meminta agar para pemangku kepentingan jasa pelabuhan dan pelayaran bisa menerapkan sistem ini secara maksimal. Makanya, agar sistem ini bisa berjalan dengan baik dibutuhkan komitmen dari pihak terkait. “Tanpa komitmen yang kuat dari seluruh pihak, maka aplikasi ini tidak akan bisa menjadi sistem yang menjadi rujukan utama untuk pelayanan kapal dan barang di pelabuhan,” ucap dia. (***)






























