Direktur Utama PT Pelindo Achmad Muchtasyar melakukan kunjungan ke Terminal Kijing, di Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Kamis (26/2) lalu.
Turut mendampingi Achmad Muchtasyar ke terminal yang dioperasikan oleh PTP Nonpetikemas ini antara lain Desty Arlaini, SVP Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic PT DAM, GM Pelindo Regional 2 Pontianak Kalbar Yanto, Direktur Utama Subholding Pelindo Multi Terminal Ari Henriyanto, Direktur Utama SPSL Joko, Direktur Utama PTP Nonpetikemas Indrasani Hidayat, serta jajaran manajemen Pelindo Group lainnya.
Dirut Pelindo Achmad menyatakan komitmennya akan mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Kijing sebagai motor penggerak ekonomi, tidak hanya bagi Kalimantan Barat tetapi juga secara nasional.
Seperti diketahui bahwa Terminal yang dioperasikan oleh PTP Nonpetikemas sejak 1 Agustus 2022 ini terus berkembang menjadi simpul logistik internasional strategis di wilayah barat Indonesia serta berperan sebagai urat nadi ekonomi Kalimantan Barat.
Terminal Kijing kini mampu melayani hingga 15 kapal sekaligus, termasuk kapal berukuran besar dengan bobot mati hingga 100.000 DWT, berkat kedalaman dermaga hingga −15 meter dan sarana bongkar muat modern.
Peran strategis tersebut juga berdampak positif pada peningkatan volume produksi dan throughput kargo, yang tumbuh secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kunjungan Dirut baru Pelindo tersebut menjadi momentum strategis untuk memastikan seluruh aktivitas operasional dan pengembangan pelabuhan berjalan sesuai rencana serta selaras dengan strategi peningkatan kinerja dan optimalisasi aset logistik nasional.

Kunjungan ini juga sebagai bagian dari upaya penguatan koordinasi dan sinergi antar lini dalam ekosistem kepelabuhanan Pelindo Group.
Sebagai pengelola Terminal Kijing, PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan layanan operasional, keselamatan kerja, serta peningkatan produktivitas terminal guna mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Mempawah dan sekitarnya.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyampaikan bahwa kunjungan Direktur Utama Pelindo menjadi dorongan positif bagi seluruh insan PTP Nonpetikemas dalam memperkuat peran Terminal Kijing sebagai simpul logistik strategis di kawasan barat Indonesia.
“Kunjungan Bapak Direktur Utama Pelindo (Achmad Muchtasyar) merupakan bentuk perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan Terminal Kijing. Bagi kami di PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak, ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa setiap aspek operasional, pelayanan, serta pengembangan terminal berjalan optimal dan selaras dengan transformasi Pelindo secara menyeluruh,” ujar Indra dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Indra juga menegaskan bahwa Terminal Kijing memiliki posisi strategis sebagai salah satu pelabuhan andalan di Kalimantan Barat yang diharapkan terus bertumbuh menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Kami berkomitmen menjadikan Terminal Kijing sebagai terminal yang efisien, andal, dan berdaya saing. Dengan peningkatan kinerja operasional serta optimalisasi aset, kami optimistis terminal ini dapat mendorong arus logistik yang lebih efisien, membuka peluang usaha baru, serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Barat,” ungkapnya.
PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik regulator, pengguna jasa, maupun mitra kerja, guna memastikan Terminal Kijing berkembang sebagai pusat logistik modern yang mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
Pada kesempatan kunjungan ke Kalbar, Dirut PT Pelindo Achmad Muchtasyar juga bertemu dengan gubernur Kalbar Ria Norsan, di Kantor Gubernur, Jumat.
Dirut Pelindo menyampaikan bahwa Pelabuhan Kijing memiliki prospek besar untuk mendukung arus logistik dan ekspor-impor, khususnya melalui layanan peti kemas.
Namun, optimalisasi pelabuhan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur utama, terutama akses jalan yang memadai bagi angkutan peti kemas.
Achmad Muchtasyar mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap rencana pembangunan jalan tol menuju kawasan pelabuhan.
Pelindo bersama pemerintah daerah, tengah berupaya mencari investor guna merealisasikan pembangunan jalan tol tersebut.
“Alhamdulillah Pak Gubernur mendukung penuh. Insya Allah kita bisa mendapatkan investor untuk membangun jalan tol tersebut dalam mendukung Pelabuhan Kijing. Situasinya sangat kondusif, dan kami optimistis ini bisa berjalan dengan baik,” kata Achmad.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa penguatan Pelabuhan Kijing menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan di pelabuhan Dwikora Pontianak yang sudah padat, sehingga sering menimbulkan kemacetan.
Norsan mengakui, keberadaan jalan tol menjadi syarat utama agar pemindahan arus peti kemas dapat berjalan aman dan efektif.
“Supaya Pelabuhan Kijing memadai menerima peti kemas untuk dipindahkan, akses jalan tol itu sangat diperlukan. Beban berat mobil pengangkut peti kemas akan lebih aman jika melewati jalan tol. Kalau lewat jalan masyarakat, selain belum memadai, potensi kemacetan dan kecelakaan juga tinggi,” kata Norsan.
Dia menyebut, keterbatasan akses tersebut sebagai “bottleneck” yang harus segera dibuka agar operasional pelabuhan dapat maksimal.
Saat ini, Pelabuhan Kijing telah beroperasi dan melayani ekspor non-peti kemas seperti curah dan kargo tertentu, namun layanan peti kemas internasional dinilai belum optimal.
“Sekarang sudah beroperasi, tetapi belum maksimal. Kelengkapannya harus dipenuhi, dan masalah jalan tol ini tidak bisa kita paksakan lewat jalan biasa karena pasti macet,” ungkapnya.
Pemprov Kalbar bersama Pelindo, lanjut Norsan, terus berkoordinasi untuk mempercepat realisasi proyek jalan tol melalui skema investasi. (***)






























