Aktivitas bongkar muat bahan kebutuhan pokok milik sejumlah pengusaha di Kota Dobo mengalami keterlambatan.
Hal itu disebabkan adanya libur panjang Idulfitri dan Paskah 2026, serta keterbatasan fasilitas di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo.
Kepala Cabang PT Temas Dobo, Ruswanto, menyampaikan bahwa keterlambatan terjadi akibat masih menumpuknya kontainer yang belum dibongkar di pelabuhan.
Menurut Ruswanto, kapal yang seharusnya langsung menuju Dobo dari Fakfak terpaksa dialihkan ke Saumlaki terlebih dahulu karena kondisi lapangan yang belum memungkinkan.
“Muatan kemarin sekitar 170 kontainer. Karena di Dobo masih banyak yang belum dibongkar, kapal memilih ke Saumlaki terlebih dahulu sebelum kembali ke Dobo,” ujarnya dikutip dari rri.com.
Dia menambahkan, proses bongkar muat telah berlangsung sejak Jumat sore, namun hingga saat ini belum selesai. Hal tersebut disebabkan keterbatasan lahan penampungan kontainer di pelabuhan.
Pada April ini, PT Temas mencatat terdapat tiga kapal yang dijadwalkan masuk ke Dobo.
Selain kapal yang sedang melakukan pembongkaran, kapal KM Dano Emas dari Surabaya dijadwalkan tiba pada 17 April dengan muatan sekitar 150 kontainer. Sementara satu kapal lainnya akan masuk pada akhir bulan.
Ruswanto mengungkapkan, keterbatasan depo atau lahan penumpukan menjadi kendala utama. Dengan kondisi tersebut, pihaknya mengaku kesulitan menampung tambahan kontainer dari kapal yang akan datang.
Selain itu, faktor tenaga kerja bongkar muat (TKBM) juga turut mempengaruhi kelancaran kegiatan. Jam kerja yang terbatas serta adanya penghentian aktivitas oleh kelompok tertentu dinilai menghambat proses bongkar muat.
“Kegiatan bongkar muat di Dobo belum bisa dilakukan 24 jam. Rata-rata hanya sampai malam hari, sehingga prosesnya menjadi lebih lama,” katanya.
Ruswanto juga menyoroti adanya praktik penggunaan tenaga kerja di luar TKBM oleh pemilik barang, yang berpotensi menimbulkan persoalan biaya ganda.
Lebih lanjut, Ruswanto menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk membahas persoalan tersebut bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Namun, pertemuan akan dilakukan setelah proses bongkar muat selesai.
Meski volume angkutan kontainer mengalami peningkatan signifikan dibanding sebelumnya, keterbatasan lahan tetap menjadi kendala utama.
Untuk mendukung kelancaran operasional, PT Temas juga telah menambah peralatan seperti forklift yang didatangkan dari Surabaya. Ruswanto berharap, dengan penataan yang lebih baik, distribusi bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Kepulauan Aru dapat kembali normal dan tidak lagi mengalami keterlambatan. (rri.com/**)





























