PT Temas Training Hub melakukan pelatihan dan pembekalan terhadap 55 tarina taruni dari 11 Lembaga Pendidikan Kepelautan di seluruh Indonesia, sebelum mereka naik kapal.
Program Opening Ceremony Seaferers Development Program for Cadet 2026 Batch 1, dan yang pertama kali dilaksanakan ini dibuka resmi oleh Harto Kusumo, Komisaris Utama PT Temas Tbk, dan akan berlangsung selama satu bulan, di kantor Temas Tbk.
Dalam kesempatan tersebut, Harto Kusumo lebih banyak menceritakan pengalamannya selama puluhan tahun membangun usaha pelayaran Temas Tbk ini. Dan akhirnya berkembang, serta maju, sehingga bisa mengembangkan bisnis lainnya.
“Sekarang ini sudah generasi ketiga, makanya saya tanya sampai berapa lama kalian bisa mampu dan bisa menjadi pelaut yang handal, lalu menjadi satu kesatuan dengan Temas sampai kalian pensiun,” ujar Atik (panggilan Harto Kusumo), memberi motivasi kepada 55 tarina taruni peserta pelatihan.

Atik menegaskan, apa artinya sebagai pelaut kalau tak ada kapal. “Saya sekian puluh tahun kembangkan Temas untuk kapal LNG. Dengan susah payah tersebut harus nunggu berapa tahun untuk kapal LNG, dan saya mesti tunggu selama 15 tahun. Nantinya, kapal akan menggunakan bahan bakar gas,” ungkapnya.
Karena itu, Atik menekankan supaya para taruna Taruni yang dididik melalui program ini, harus sungguh-sungguh bekerja keras, nanti akan sukses. “Kalian masih muda, mesti bersusah-susah dahulu, baru senang kemudian. Mari berjuang bersama menjadi pelaut Nusantara yang handal. Kami punya pelabuhan 68 yang disinggahi. Dan kapal kami bangun terus, ini menjadi tempat belajar kalian,” ungkapnya.
Harto pesan supaya para taruna taruni yang diberikan training disini bisa menjadi pelaut yang handal.
“Untuk training kali ini selama satu bulan, dengan mentor dan pembimbing ahli di bidangnya,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, Fatih Kusumo, Komisaris Asia Marine Temas dan Temas Training Hub, pada saat Opening Ceremony Seaferers Development Program for Cadet 2026 Batch 1, bertempat di kantor Temas Tbk, Selasa (7/7), mengungkapkan bahwa training akan berlangsung selama 30 hari (satu bulan).
Fatih Kusumo mengatakan bahwa hari ini (Selasa, 7/7), 55 tarina taruni akan memperoleh training selama satu bulan di Temas Training Hub.
“Sebelum naik kapal, mereka akan dibekali ilmu oleh para mentor, praktisi supaya mendapat ilmu yang sesuai dengan keahliannya,” ungkap Fatih kepada Ocean Week, Selasa, di kantornya.
Fatih juga mengatakan agar semua taruna taruni berbangga menjadi pelaut, karena ini sudah menjadi pilihannya, apalagi bisa menopang perekonomian Indonesia.
Seperti diketahui bahwa para taruna taruni ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, ada dari Maluku, Makassar, Jawa dan Sumatera.
Fatih berpesan agar semua materi yang diberikan saat training bisa dipelajari dengan sungguh-sungguh, bisa diketahui, dimengerti. “Kalau ada yang nggak tau, boleh nanya ke AI, atau langsung nanya ke para pembimbing,” katanya.
Fatih minta supaya semua harus rajin, mau belajar, dan tak boleh Baper (bawa perasaan), tak boleh emosi. “Ini akan menjadi kunci utama, di Temas mesti berani nanya, yang lebih penting bahwa Temas akan memberikan hal penting, yakni nomor satu kesempatan. Kedua adalah tempat bekerja yang aman. Artinya PPE dikasih, dan kalian harus ngerti, kita tidak toleransi narkoba, bully, berantem, kita itu bekerja, kalau melanggar pasti kita serahkan ke kepolisian,” tegasnya.
Fatih juga mengatakan bahwa dalam satu bulan ini, dia minta supaya para peserta training belajar yang rajin, sehingga setelah jadi pelaut, bisa jadi pelaut yang handal. “Saya berharap setelah lulus, bisa menjalankan tugas-tugas dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu, Harry Haryanto, Dirut Temas Shipping tak banyak yang disampaikan. Dia hanya berharap kepada taruna Taruni dengan adanya training dapat menghasilkan crew-crew yang handal, yang bisa dipraktikkan di 58 kapal yang dimiliki Temas.
“Makanya kalian harus belajar dengan baik, dan siap,” katanya.
Sedangkan Direktur Asia Marine Temas sekaligus Direktur Temas Training Hub, Capt Japie Tasijam mengungkapkan, bajwa rencana untuk melatih taruna Taruni berawal dari kegalauan. “Karena pada saat kami menanyakan kepada para awak kapal mengenai banyak hal, jawabannya banyak yang tak mengerti. Karena itu, kami lakukan pelatihan ini, agar nantinya mereka jadi pelaut yang pintar,” katanya.
Japie yakin setelah digembleng selama satu bulan disini, jika mereka lulus dari pelatihan ini, akan lebih hebat dari Mualim 3 yang juga baru naik kapal. Sebab materi yang diajarkan itu merujuk pada IMO, dan aturan yang berhubungan dengan Kepelautan, pelayaran dan sebagainya,” jelasnya. (***)






























