Rob atau banjir air laut pasang di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sudah sulit diatasi dan itu terus melanda pelabuhan di kota Lumpia ini. Keluhan pada pengusaha pelayaran, logistik, trucking, dan lainnya terkesan tak dihiraukan oleh pemerintah provinsi/kota maupun Pelindo III.
Apalagi jelang Lebaran 2018 ini, yang otomatis di pelabuhan ini pun bakal kebanjiran ribuan pemudik angkutan kapal laut gratis, serta kegiatan rutin bongkar muat barang.
Dipastikan hal itu dapat menganggu aktivitas tersebut. Makanya, pihak pelayaran yang beraktifitas di pelabuhan ini memohon perhatian para pihak berwenang untuk mengatasi banjir Rob tersebut.
“Kami berharap banjir rob ini menjadi perhatian Pelindo maupun KSOP Tanjung Emas, karena sudah sangat merepotkan jelang angkutan Lebaran,” ucap Manajer PT Dharma Lautan Utama Cabang Semarang, Herman Fajar, kepada wartawan, di Semarang.
Keluhan senada juga terlontar dari INSA Semarang maupun ALFI Jateng. Keduanya menyatakan kalau banjir Rob ini berakibat terhadap terhambatnya bisnis mereka.
“Bahkan pernah karena banjir Rob hingga sampai gudang, terpaksa kontainer yang akan diekspor terlambat, dan ada di gudang dipindahkan. Itu kan menyangkut cost,” kata Ariwibodo, Ketua ALFI Jateng saat dihubungi Ocean Week, per telpon.
Begitu pula Ketua INSA Semarang, Ridwan yang menyatakan, akibat banjir Rob, jadwal kapal terkadang molor, karena barang yang akan dimuat menjadi terlambat. “Macet di jalanan tak terelakkan lagi,” ucapnya.
Oleh sebab itu, muncul wacana memindahka pelabuhan Tanjung Emas ini ke wilayah Kendal yang sekarang sudah ada pelabuhannya untuk kegiatan penyeberangan Kendal-Kumai, serta dermaga untuk wisata Kendal-Karimunjawa.
Pelindo III juga sudah meneken MoU dengan Pemkab Kendal untuk pengembangan pelabuhan ini. Pelindo pun akan menggelontorkan triliunan rupiah untuk mengembangkan Kendal sebagai pelabuhan.
Ketika wacana pemindahan pelabuhan Tanjung Emas ke Kendal ditanyakan kepada Husein Latif, Direktur Teknik, Teknologi Informasi dan Komunikasi Pelindo III, dengan tegas dinyakatan tak akan ada pemindahan. “InsyaAllah tidak akan pindah,” katanya singkat kepada Ocean Week, melalui WhatsApp-nya. (***)




























