Indonesia National Shipowners Association (INSA) Makassar menyatakan saat ini terjadi penurunan kegiatan di pelabuhan akibat wabah Corona yang sudah melanda Indonesia sejak dua bulan 2020 ini.
“Kondisi jelas semua terjadi penurunan terutama penumpang dan kendaraan pribadi, juga pengiriman barang hasil bumi (durian, pisang jeruk maupun hasil bumi yang lain),” kata Budiono, Sekretaris DPC INSA Makassar, saat dihubungi Ocean Week, Sabtu pagi ini.
Penurunan tersebut juga diakui Farid Padang, Dirut PT Pelabuhan Indonesi IV (Pelindo), terhadap volume barang yang ditangani pelabuhan yang dikelolanya.
Hal sama juga diakui ketua ALFI Sulawesi Selatan Syaifudin (akrab disapa Ipho). “Alhamdulillah operasional pelabuhan tetap berjalan seperti biasa. Distribusi tetap jalan tiada kata berhenti apapun kondisinya, meski volume terjadi penurunan,” katanya.
Budiono mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi pelayaran saat ini adalah adanya perbedaan perlakuan pemerintah daerah dalam pemberlakuan pembatasan mengangkut penumpang, ada yang open dan ada yang enggak untuk menerima penumpang dari daerah lain. “Ini kalau untuk kapal penumpang,” katanya.
Namun untuk kapal barang maupun RoRo, tak ada masalah. Hanya terjadi penurunan volume yang diangkut.
Kepala Cabang Pelayaran Dharma Lautan ini juga mengatakan keberatannya dengan adanya biaya tambahan dari Kantor kesehatan pelabuhan (KKP) atas pemeriksaan kesehatan diatas kapal yang harus ditanggung pelayaran.
“Seharusnya dalam kondisi sulit ini biaya pemeriksaan yang timbul itu mestinya ditanggung oleh negara, tapi ini justru dibebankan kepada pelayaran,” ujarnya.
Menjawab bagaimana layanan untuk pelabuhan Makassar, Budiono menyatakan, jika layanan dipelabuhan Makassar saat ini sangat baik. Apalagi dengan adanya scane thermo untuk memudahkan pendeteksian penumpang yang naik dan turun lebih cepat tanpa antri.
“Khusus layanan dari Dharma Lautan sendiri sudah sesuai dengan protokol pemerintah, penumpang wajib memakai masker, pemberian handsanitizer , penyemprotan disinfektan diatas kapal sebelum penumpang masuk. Dan semua petugas kami kami pastikan dalam keadaan sehat,” ucapnya.
Sementara itu, Farid Padang, Dirut PT Pelindo IV mengatakan volume barang maupun penumpang yang masuk melalui pelabuhannya terjadi penurunan.
“Untuk penurunan petikemas internasional 28%, sedangkan yang domestik penurunan barang mencapai 58%, untuk penumpang kapal turun 5 %,” ungkapnya.
Farid juga menyatakan, untuk petikemas internasional, dipakai minimum troughput yang dihitung perbulan dan pertahun. “Jadi kalau tidak tercapai per bulan karena ada wabah corona, maka akan diganti di bulan bulan setelah corona dan akan diperhitungan per bulan maupun akhirnya diakumulasi per tahun. Itu keuntungan sistim ekspor langsung di Pelindo IV,” ujarnya optimis.
Farid pun menegaskan bahwa untuk kegitan operasional, pihaknya tetap memprioritaskan protokoler pengawasan corona sesuai arahan menteri BUMN.
“Operasional sesuai SOP yang sudah ada. Akibat wabah ini kami mendapat dampak yang lumayan dan diperkirkan akan berlanjut sampai Juni, maka insentif sifatnya insidentil jika diperlukan karena adanya dampak corona, baru diterapkan,” jelasnya. (***)






























