Sebanyak 50 truk pada hari Minggu (7/10) sedang memuat karnel kelapa sawit (biji kelapa sawit) untuk dikapalkan ke Medan, dari pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, menggunakan kapal Bahari Maju V, dibawa ke Medan, Sumatera Utara.
Salah satu sopir truk, Muhayar mengungkapkan, kapal Bahari Maju V mampu memuat 1.000 ton.
“Saya sudah dua hari antre disini (pelabuhan Kumai) untuk bongkar muatan dan langsung dimuat ke kapal,” ujarnya.
Pria asal Surabaya ini menceritakan, kalau kondisi cuaca mendung seperti sekarang, bongkar agak lama. “Artinya uang makan kami habis, karena sekali angkut kami hanya dikasih uang jalan Rp. 100 ribu,” ungkapnya.
Sementara itu, Capt. Wahyu, KSOP kelas 4 pelabuhan Kumai, kota Waringin, Kalteng, membenarkan jika mayoritas barang masuk ke Kumai adalah Sembako, dari Surabaya dan Semarang.
“Kalau keluar kapal muat biji kelapa sawit, untuk dibawa ke Medan atau pulau Jawa,” katanya usai melakukan penanaman 590 pohon mangrove, di pantai Kubu, Minggu siang.
Capt. Wahyu juga mengatakan, setiap bulan sekitar 200 call keluar masuk ke pelabuhan ini, baik kapal kargo, dan kapal penumpang (Pelni,ASDP). (**)






























