PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mengumumkan telah melakukan divestasi aset floating loading facility (FLF), yakni infrastruktur pemindahmuatan batu bara lepas pantai yang dibangunnya pada 2007 lalu.
Dalam siaran persnya, Direktur Komersial dan Operasi Pelita Samudera Shipping Harry Chan menyatakan, dengan pelepasan aset tersebut, perseroan akan mendapatkan dana yang dapat digunakan untuk investasi ke aset lain yang lebih menguntungkan.
“Dana hasil divestasi ini akan kami investasikan untuk fasilitas TNB (tugboat and barge). Pada semester II-2018 ini, pertumbuhan finansial kami akan lebih baik karena dampak dari terjualnya FLF ini,” kata Harry.
Setelah divestasi, perseroan masih memiliki aset berupa tiga unit FLF dan satu Floating Crane untuk pemindahmuatan batu bara sehingga dapat menambah utilisasi dari keempat aset tersebut. Selain itu, perseroan juga memiliki satu unit kapal induk handymax atau Mother Vessel, 37 unit tugboat dan 37 unit barge untuk jasa pengangkutan batu bara dengan utilisasi mencapai 90%.
Emiten pelayaran ini melepas fasilitas FLF kepada PT Maritim Barito Perkasa senilai US$12 juta. Hasil dari penjualan FLF itu, oleh perseroan akan dibelanjakan untuk membeli dua sampai tiga set kapal TNB lagi pada semester II-2018. Tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal total US$29 juta yang berasal dari dana internal dan pinjaman perbankan. (**)































