Pelabuhan Delta Probolinggo Potensial, 800 Ribu Ton per Bulan Ditangani

358
SHARES
2.1k
VIEWS

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pengembangan Pelabuhan Probolinggo, karena selain lokasinya yang strategis juga memiliki potensi yang bagus sebagai pendukung keberadaan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Ke depan direncanakan alurnya sekitar 20 meter dengan kedalaman -18 meter dan panjang 8 kilometer, selain itu tidak pernah mengalami sedimentasi, berbeda dengan Tanjung Perak yang harus melalui APBS dan sedimentasinya sangat tinggi yang berpengaruh pada performa biaya logistik,” kata Fattah Jasin, Kepala Dinas Perhubungan Prov. Jawa Timur dalam sambutannya pada acara FGD yang digelar Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), di Surabaya, Kamis (31/10).

Fattah Jasin juga menyatakan bahwa gelombang air di Pelabuhan Probolinggo sangat stabil, karena hampir setiap tahun tidak mempunyai gelombang tinggi, dan hanya sampai kisaran 1 meter. Ini karena lokasinya cukup bagus terhalang Pulau Madura.

Selain itu, ungkapnya, dalam perencanaan pelabuhan Probolinggo ke depan, pelabuhan yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) itu juga akan dibangun dengan standar internasional. Hal itu dilakukan untuk menggapai cita-cita menjadikan Jatim sebagai pusat logistik.

Dirut DABN AHmad Umar Lubis. (ow)

Sementara itu, Dirut PT DABN Ahmad Umar Lubis kepada Ocean Week mengungkapkan bahwa sekarang ini pelabuhan yang dikelolanya tersebut sudah menangani throughput bongkar muat sekitar 800 ribu ton per bulan. “Tahun 2019 ini diharapkan bisa mencapai 1 juta ton,” katanya, di Surabaya.

Dia juga mengungkapkan rencananya alur pelayaran dan kedalaman kolam pelabuhan Delta di Probolinggo akan diperdalam hingga 20 meter Lws. Namun sekarang ini draft-nya masih -11 meter.

Para pengurus ABUPI berfoto bersama. (ow)

Sedangkan Agus Edi Sumanto, Direktur PT DABN menyatakan, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan pelabuhan ini, dan mentargetkan di tahun mendatang bisa menangani bongkar muat barang hingga 2 juta ton per tahun.

“Saat ini kegiatan di pelabuhan ini mayoritas didominasi barang curah,” ungkapnya.

Di tempat sama, Kepala Cabang PT DABN, Djumadi mengatakan Pelabuhan Probolinggo awalnya dikembangkan karena adanya bencana lumpur Lapindo di Sidoarjo, sehingga untuk menggerakkan ekonomi Jatim di sisi Malang dan sekitarnya dikembangkanlah pelabuhan tersebut.

Hingga saat ini, kata dia, Pelabuhan Probolinggo menjadi satu-satunya pelabuhan di Indonesia yang tetap berjalan dengan pengelolaan BUMD.

Terkait pengembangan ke depan, kata Djumadi, akan dibangun dermaga tiga dan empat yang menjadi satu bagian utuh dengan pembiayaan melalui investor dari China.

“Untuk investor, saat ini sudah ada dan sedang dalam penjajakan berasal dari China. Kami harapkan dalam setahun ini akan menemukan titik temu dan realiasi pengembangan pelabuhan bisa dilaksanakan tahun 2021,” katanya. (**)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.