Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) mendorong pemerintah segera menyelesaikan pembangunan pelabuhan Patimban, di Kerawang Jawa Barat. Mereka berharap tahun 2020, pelabuhan ini sudah bisa beroperasi.
“Kami (ABUPI-red) minta kepada pemerintah (Kemenhub) dapat menyelesaikan pembangunan pelabuhan tahap pertama secepatnya, dan segera bisa dioperasikan, karena melihat kroditnya (macet) di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara,” kata Aulia Febrial Fatwa, Ketua Umum ABUPI kepada Ocean Week, di Surabaya, kemarin malam.
Febri (panggilannya) juga meminta kepada pemerintah, supaya pengelolaan Patimban oleh BUP (Badan Usaha Pelabuhan) non PT Pelindo atau diberikan kesempatan pada BUP swasta murni nasional. “Dengan dikelola oleh BUP non Pelindo, nantinya ada kompetitor layanan secara positif, dan BUP swasta banyak yang siap kok. Dengan begitu, para pengguna jasa bisa menilai secara fair, juga ada pilihan lain untuk berkegiatan di pelabuhan,” ujarnya lagi.
Direktur Marunda Center Terminal (MCT) ini pun meyakini kalau BUP swata diberi kesempatan oleh pemerintah mengelola pelabuhan Patimban, dipastikan sanggup. “Waktu itu pemerintah pernah ngomong kalau akan memberi kesempatan BUP swasta mengelola Patimban, makanya kami menagih janji itu,” kata Febri.

Beberapa waktu lalu, Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan menjanjikan Pelabuhan Patimban dapat beroperasi pada pertengahan 2020.
Budi Karya juga memastikan proyek pembangunan Pelabuhan Patimban masih berjalan sesuai rencana. Menhub menarget, pada pertengahan tahun 2020 Pelabuhan Patimban sudah dapat beroperasi.
“Kita bisa rencanakan adalah mungkin April pertengahan tahun 2020, kita akan mulai melakukan penggunaan pertama dari car terminal. Oleh karenanya saya akan koordinasikan supaya bisa diselesikan, baru nanti akhir tahun 2020 selesai semuanya,” katanya kepada pers.
Menhub menambahkan, dengan beroperasi Patimban, pihaknya berharap akses jalan dari dan menuju pelabuhan sudah selesai pula dibangun.
Dengan beroperasinya Patimban, diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya untuk ekspor-impor kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menyumbang pada kemacetan lalu lintas khususnya ruas antara Bekasi-Tanjung Priok, Jakarta.
Car Terminal Pelabuhan Patimban ini nantinya memiliki kapasitas tampung 250.000 sampai 300.000 kendaraan per tahun.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan tujuan pembangunan Pelabuhan Patimban adalah mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi minyak dan gas.
Pembangunannya dilaksanakan dalam 3 tahap, yakni tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3,5 juta peti kemas (TEUS) dan 600.000 kendaraan bermotor (CBU), tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5,5 juta TEUS dan pada tahap ketiga akan meningkat hingga 7,5 juta Teus.
Secara umum, Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan Peti Kemas dan Kendaraan Bermotor yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar. (***)






























