Setelah docking, MV TMS Glory melakukan pelayaran perdana dari dermaga terminal petikemas PT Adipurusa, pelabuhan Tanjung Priok, pada Selasa lalu.
Hadir dalam kesempatan syukuran pelayaran perdana kapal tersebut, Direktur Utama PT. TMS, David V. Lengkong, para awak kapal, serta jajaran pegawai pelayaran TMS, Direktur Operasi PT Adipurusa, H. A. Ogi Haris.
Pada kesempatan itu pula, David V. Lengkong menyatakan, bahwa kegiatan syukuran rutin dilakukan setiap kapal yang dioperasikan selesai docking atau kapal yang baru dibeli akan beroperasi.
“Kami melakukan kegiatan syukuran seperti ini rutin selama ini. Dalam rangka berterima kasih pada yang Maha Kuasa atas kebaikan yang didapat dan agar apa yang dijalani mendapat kebaikan juga,” kata David V. Lengkong kepada wartawan.
Sementara itu, Sunarno, Direktur Operasi PT TMS menyampaikan, kegiatan yang dilakukan manajemen membuat hubungan dan semangat kerja antar pegawai menjadi positip dan mendorong terciptanya semangat kerja dan layanan prima.
Seperti diketahui, kapal MV TMS Glory usai docking langsung beroperasi dari terminal yang dioperasikan PT Adipurusa, Pelabuhan Tanjung Priok dengan membawa sebanyak 30 box kontener isi dan kontener kosong sebanyak 365 TEUs untuk dibawa menuju pelabuhan Panjang, Lampung pada 07 Agustus 2024 jam 03.48 WIB lalu.
Setiba kapal di terminal Panjang, lalu menurunkan kontener kosong dan selanjutnya mengangkut kontener isi.
Kemudian kapal MV TMS Glory yang berisi muatan dari Pelabuhan Panjang berlayar menuju terminal JICT untuk menurunkan muatan di pelabuhan internasional itu, untuk selanjutnya di ekspor dengan kapal ocean going ke tujuan masing-masing.
“Setelah menurunkan muatan di terminal JICT, kapal kembali ke terminal Adipurusa di Pelabuhan Tanjung Priok, untuk mengangkut peti kemas lagi dan dibawa nantinya ke Pelabuhan Panjang, Lampung,” ujar Nano, sapaan akrabnya kepada Ocean Week, di Bali, Sabtu.
Sunarno menyatakan kapal MV TMS Glory melayani jalur tetap yakni, Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) – Pelabuhan Panjang (Lampung) – Pelabuhan Tanjung Priok di Terminal JICT dan terminal peti kemas Adipurusa dan kembali lagi melanjutkan ke Pelabuhan Panjang.
“Selama melayani jalur itu secara tetap, alhamdulillaah muatan diangkut load factor nya cukup baik, sehingga terus dipertahankan,” katanya.
Selain muatan cukup baik, tambah Sunarno layanan di pelabuhan yang disinggahi juga selama ini baik terkait ketepatan waktu layanan bongkar muat nya.
Untuk mendukung ketersediaan di jalur yang dilayaninya, Sunarno menyatakan, pihak perusahaan mengoperasikan kapal pengganti sementara sampai kapal yang utamanya selesai docking.
” Jadi layanan di jalur Jakarta – Lampung – Jakarta dan kembali lagi ke Lampung tidak kosong, meski kapal MV TMS Glory sedang docking selama dua minggu. Hal itu dilakukan untuk melayani pelanggan yang rutin dan terjadwal melakukan pengiriman dengan kapal kami,” ungkap Nano. (***)




























