Beberapa minggu terakhir ini, arus lalu lintas kendaraan petikemas di sepanjang Jalan Raya Cilincing mengalami kemacetan luar biasa. Hal itu berimbas pada lamanya proses pengambilan atau pengiriman petikemas di Terminal NPCT1. Terminal Kalibaru ini dituding oleh berbagai pihak menjadi biang kemacetan.
Akibat serangan yang ditujukan kepada NPCT1 sebagai salah satu terminal yang berkontribusi terhadap kemacetan, pihak pengelola terminal melalui Presiden Direktur NPCT1 Makoto Saito, menampik jika NPCT1 menjadi penyebabnya.
Dalam rilisnya yang ditulis dalam akun NPCT1 menyebutkan bahwa alasan utama kemacetan yang terjadi saat ini merupakan dampak dari gabungan hal-hal sebagai berikut. Pengaturan lalu lintas khusus untuk truk antara Jalan Tol Cikarang dan Tanjung Priok mulai diberlakukan sejak Maret 2018, yang berakibat timbulnya kepadatan arus truk di daerah Tanjung Priok pada siang hari.
Kemudian, perubahan perilaku pengemudi yang tidak lagi menggunakan Jalan Tol Tanjung Priok dikarenakan kata Makatopemberlakuan pengenaan tarif tol pada bulan Mei 2018, yang berujung pada pertambahan arus lalu lintas yang signifikan di sepanjang Jl. Raya Cilincing, Peningkatan jumlah arus truk yang sangat tinggi akibat lonjakan volume petikemas musiman, yang mulai terjadi sejak April 2018 sebelum Bulan Ramadhan, lalu adanya penambahan waktu istirahat selama Bulan Ramadhan yang mengurangi jam operasional pelayanan pelanggan, dan ketidakpahaman terhadap adanya relokasi arah jalan masuk ke area terminal untuk truk dari Jl. Raya Cilincing.
Semua hal tersebut di atas berkontribusi terhadap tidak maksimalnya pengoperasian truk.
Karena itu, kata Makato Saito, NPCT1 telah mengambil beberapa tindakan untuk mengembalikan tingkat pelayanan dan kepercayaan Pelanggan, antara lain berkoordinasi dengan Operator New Priok Common Gate dalam penyediaan lahan seluas 1Ha untuk Common Buffer Area yang mulai digunakan sejak 23 Mei 2018, yang saat ini dapat menampung sebanyak 120 truk.
“Penambahan Buffer Area seluas 1Ha sedang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas agar mampu menampung sebanyak 240 truk, yang rencananya akan mulai dioperasikan dalam 2 minggu ke depan. Kami berharap langkah ini akan mengurangi kemacetan di Jl. Raya Cilincing,” katanya.
Pihakya juga terus memantau jadwal kapal dan perkiraan volume petikemas, agar dapat melakukan alokasi sumber daya yang fleksibel terhadap Operasi Kapal dan Lapangan Penumpukan, dengan tetap menjaga kualitas pelayanan yang sesuai dengan standar NPCT1.
Lalu bekerja sama dengan Perusahaan Pelayaran dalam mengelola aktivitas kapal selama Bulan Ramadhan. Melakukan koordinasi yang berkesinambungan dengan Common Gate, Jalan Akses Selatan dan Kepabeanan-Imigrasi-Karantina dalam pengaturan waktu istirahat, agar dapat memaksimalkan waktu kerja serta mempercepat arus lalu lintas petikemas di area terminal.
Melakukan koordinasi dengan pihak otoritas pengendalian lalu lintas setempat, sehingga ada pengawasan kondisi lalu lintas di Jl. Raya Cilincing.
“Melalui tindakan-tindakan kami itu, kami yakin kondisi ini akan berubah menjadi jauh lebih baik. Di sisi lain kami akan terus melakukan segala upaya demi kepuasan para pelanggan kami,” ungkapnya.
Tak lupa, Makato juga mengucapkan terima kasihnya kepada para pelanggannya yang telah sabar dihadapkan pada masalah ini. “Kami juga minta maaf akibat masalah ini,” ucapnya. (***)




























