Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor berkomitmen mengembangkan teknologi digital di 635 pelabuhan sebagaimana tuntutan revolusi industri 4.0.
“Pelabuhan-pelabuhan itu nantinya akan dibekali teknologi digital. Hal itu agar dapat bersaing secara global dengan cara memberikan pelayanan yang lebih cepat, murah, dan transparan. Yang akan dilakukan ke depannya dengan mengoptimalisasi pelabuhan-pelabuhan tersebut,” kata Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo saat Dies Natalis IPB ke-56, bertemakan ‘International Conference on Port, Shipping and Maritime Logistics: Millenial Challenges and Opportunity in Indonesia’ di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (26/9).
Menurut Agus, Kemenhub juga membuka peluang bagi pihak swasta yang ingin mengembangkan potensi pelabuhan. “Kalau pihak swasta tersebut ingin membangunnya dari nol, selama memiliki kemampuan dari segi konsep dan permodalan, pemerintah pasti menyambut baik peluang tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IPB, Arif Satria mengatakan pelabuhan sebagai bagian dari rantai pasok logistik kemaritiman memiliki peran penting.
Arif mengaku menyayangkan jika potensi Indonesia yang besar ini tidak dapat dimanfaatkan.
Arif menilai bahwa indeks logistik Indonesia berada di urutan ke-46, di bawah Vietnam dan jauh dibandingkan Singapura. “Ini menjadi tantangan bagi kita untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan dan mendorong pemanfaatannya, supaya banyak kapal-kapal juga memakai jasanya,” ucapnya.
Kata Arif, melalui konferensi yang salah satu targetnya bagaimana mengembangkan peran Indonesia di kancah regional dalam bisnis logistik kemaritiman ini, diharapkan ada gambaran mengenai kondisi terkini pelabuhan, pelayaran dan logistik kemaritiman supaya pemerintah bersama pihak akademisi dan swasta dapat mengambil langkah-langkah strategis ke depan.
Dies Natalis IPB ke-56 ini dibuka oleh Wakil Presiden terpilih, KH Ma’ruf Amin. Dalam sambutannya Ma’ruf mengatakan untuk mengoptimalkan potensi maritim Indonesia, gagasan dan ide-ide besar harus direalisasikan.
Menurut Ma’ruf Amin, negara Indonesia memiliki kekuatan menjadi poros maritim dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah memang harus menjalin kerja sama dengan pihak perguruan tinggi dan swasta, sehingga muncul ide baru dan upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim terbesar. “Lewat konfrensi inilah akan ada akselerasi untuk mempercepat proses tersebut,” kata Ma’ruf Amin. (ant/**)






























