Meski arus barang dan kunjungan kapal melalui pelabuhan Banten mengalami penurunan, namun Pelindo Cabang Banten berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 123.234.818.817 miliar, atau lebih besar dari realisasi laba tahun 2016 yang hanya tercapai Rp 111.835.995.823 miliar (110,19 %), juga lebih besar dari terget RKAP (rencana kerja anggaran pendapatan) tahun 2017 yang dipatok sebesar Rp 119.251.811.000 miliar (103,34 %).
“Sampai tgl 30 desember 2017 ini kita sudah dapat mencatatkan laba sebesar Rp 123,234 miliar lebih. Mudah-mudahan angka tersebut tidak berubah menjadi turun tetapi malah bisa berubah untuk menjadi naik pada saat di konsolidasi dengan Kantor Pusat Pelindo II,” kata Armen Amir, GM Pelabuhan II Cabang Ciwandan, yang terkenal dengan jargon Banten Hebat, kepada Ocean Week, Sabtu sore (30/12).
Turunnya kegiatan di pelabuhan Banten tersebut, menurut Armen, karena tutupnya perusahaan Indofero, juga tak adanya impor jagung. “Selain itu juga tidak ada lagi kapal-kapal Holcim yang dilayani disini,” ungkapnya tetap bersemangat.
Meski begitu, Armen mengaku tetap mengapresiasi positif terhadap seluruh pegawai di Pelindo Cabang Banten ini atas prestasi yang telah dicapainya selama tahun 2017 ini.
Armen berharap, tahun 2018 kinerja perseroan dapat lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selama kepemimpinan Armen, pelabuhan ‘Banten Hebat’ sudah banyak melakukan berbagai perubahan dan pengembangan. Lalu penataan terhadap sistem kepelabuhanan, perbaikan fasilitas pelabuhan, dan sebagainya.
Pelabuhan Banten juga sudah menerapkan inaportnet, sistem layanan tunggal berbasis internet. “Pelabuhan Banten juga menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang mengintegrasikannya dengan layanan Non Petikemas Terminal Operating System (NPK-TOS),” ujar Armen. (***)


























