Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) datang ke Bali, dan melakukan promosi ‘Bali Aman’, sektor pariwisata pulau Dewata ini kembali pulih. Kekhawatiran wisatawan mancanegara maupun domestik akan letusan gunung Agung Bali yang sempat membuat ‘lesu’ pariwisata di pulau ini sudah sirna.
Hal itu tergambar, bahwa pada tahun 2018 mendatang, sebanyak 17 kapal pesiar sudah pasti bakal menyinggahi dan menurunkan para penumpangnya di Buleleng Bali.
GM Pelindo III Celukan Bawang, Made Rusli, dalam rilisnya menyebutkan, kapal-kapal pesiar itu sudah mengkonfirmasi rencana kedatangannya kepada pihak Otoritas Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng, Bali.
“Kalau soal destinasi wisata kita tidak perlu berbusa-busa menerangkan kepada mereka. Kita fokus pada fasilitas. Kami siapkan dengan matang. Termasuk menyiapkan fasilitas berlabuh berupa ponton terapung untuk kapal yang memiliki panjang melebihi panjang dermaga,” kata Rusli, Sabtu (30/12).
Dia juga mengatakan, pihaknya memiliki konsistensi untuk mendatangkan kapal-kapal pesiar tersebut karena melihat potensi Pelabuhan Celukan Bawang sangat berpeluang untuk disinggahi kapal pesiar.
Rusli menyatakan, Pelindo III Celukan Bawang akan kembali melakukan penataan pada kawasan pelabuhan. Misalnya, menyiapkan fasilitas pendukung, dan membantu Dinas Pariwisata untuk memasarkan objek-objek wisata yang ada di sekitar pelabuhan.
Untuk fasilitas dermaga, pihaknya telah memiliki dermaga ponton yang sudah siap sejak kapal pesiar MV Genting Dream Cruise datang pada Rabu, 13 Desember lalu.
“Kami interline dalam memasarkan Pelabuhan Celukan Bawang, ini karena mereka akan berkali-kali datang ke Buleleng, sehingga kawasan di pelabuhan juga perlu suasana baru,” jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna juga langsung ambil ‘action’. “Dari mulai penjemputan sampai destinasi wisata sudah disiapkan. Kami ingin memberikan yang terbaik. Penyambutan yang hangat. Mereka akan kami buat terkesan datang di Buleleng, sehingga ingin kembali lagi,” katanya.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun yak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mempromosikan, bukan saja Bali, namun juga destinasi lain di Indonesia. “Momentum ini kita untuk memperkenalkan destinasi lain di Indonesia. Wisata bahari kita akan semakin hidup, dan memang seharusnya begitu,” katanya. (pld3/**)



























