• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, June 24, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Pelayaran Mulai Panik BBM Pindah Harga, Ini Kata INSA

    Saat Ini, Usaha Pelayaran Hadapi Tantangan Berat

    Gold Star Line Buka Rute Baru Dari Priok ke Tiongkok Selatan

    Gold Star Line Buka Rute Baru Dari Priok ke Tiongkok Selatan

    107 Kontainer di Kapal Golden Star 1 Berjatuhan ke Laut, KSOP & INSA Batam Masih…

    107 Kontainer di Kapal Golden Star 1 Berjatuhan ke Laut, KSOP & INSA Batam Masih…

    CMA CGM Tetapkan Biaya Tambahan Asia-Mediterania Sebesar US$900/TEU

    CMA CGM Tetapkan Biaya Tambahan Asia-Mediterania Sebesar US$900/TEU

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

  • Port
    IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

    IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

    Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

    Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

    PTP Cirebon Berperan Sebagai Jalur Distribusi Barang ke Jawa Barat & Indonesia

    PTP Cirebon Berperan Sebagai Jalur Distribusi Barang ke Jawa Barat & Indonesia

    Setelah Throughput Lebih 1 Juta TEUs, Jepang Study ke TPKS Semarang

    Setelah Throughput Lebih 1 Juta TEUs, Jepang Study ke TPKS Semarang

    Bea Cukai, KSOP – Pelindo Berkomitmen Mempercepat Pemeriksaan & Pengeluaran Petikemas

    Bea Cukai, KSOP – Pelindo Berkomitmen Mempercepat Pemeriksaan & Pengeluaran Petikemas

    Kijing Resmi Layani Petikemas, TB Megah Yang Pertama

    Kijing Resmi Layani Petikemas, TB Megah Yang Pertama

    Pelabuhan Pulau Baai Tingkatkan Layanan Curah Cair, Termasuk Petikemas

    Pelabuhan Pulau Baai Tingkatkan Layanan Curah Cair, Termasuk Petikemas

    Untuk Kelancaran Arus Logistik, Pelindo Padang Siapkan Layanan Parkir Angkutan Barang

    Untuk Kelancaran Arus Logistik, Pelindo Padang Siapkan Layanan Parkir Angkutan Barang

    TPK Batu Ampar Direct Call ke Tujuh Negara, Bukti Batam Makin Menarik

    TPK Batu Ampar Direct Call ke Tujuh Negara, Bukti Batam Makin Menarik

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Industri Galangan Kapal Hadapi Tantangan Berat, Harapkan Pemerintah Berikan Dukungan

    Industri Galangan Kapal Hadapi Tantangan Berat, Harapkan Pemerintah Berikan Dukungan

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Pelayaran Mulai Panik BBM Pindah Harga, Ini Kata INSA

    Saat Ini, Usaha Pelayaran Hadapi Tantangan Berat

    Gold Star Line Buka Rute Baru Dari Priok ke Tiongkok Selatan

    Gold Star Line Buka Rute Baru Dari Priok ke Tiongkok Selatan

    107 Kontainer di Kapal Golden Star 1 Berjatuhan ke Laut, KSOP & INSA Batam Masih…

    107 Kontainer di Kapal Golden Star 1 Berjatuhan ke Laut, KSOP & INSA Batam Masih…

    CMA CGM Tetapkan Biaya Tambahan Asia-Mediterania Sebesar US$900/TEU

    CMA CGM Tetapkan Biaya Tambahan Asia-Mediterania Sebesar US$900/TEU

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

  • Port
    IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

    IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

    Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

    Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

    PTP Cirebon Berperan Sebagai Jalur Distribusi Barang ke Jawa Barat & Indonesia

    PTP Cirebon Berperan Sebagai Jalur Distribusi Barang ke Jawa Barat & Indonesia

    Setelah Throughput Lebih 1 Juta TEUs, Jepang Study ke TPKS Semarang

    Setelah Throughput Lebih 1 Juta TEUs, Jepang Study ke TPKS Semarang

    Bea Cukai, KSOP – Pelindo Berkomitmen Mempercepat Pemeriksaan & Pengeluaran Petikemas

    Bea Cukai, KSOP – Pelindo Berkomitmen Mempercepat Pemeriksaan & Pengeluaran Petikemas

    Kijing Resmi Layani Petikemas, TB Megah Yang Pertama

    Kijing Resmi Layani Petikemas, TB Megah Yang Pertama

    Pelabuhan Pulau Baai Tingkatkan Layanan Curah Cair, Termasuk Petikemas

    Pelabuhan Pulau Baai Tingkatkan Layanan Curah Cair, Termasuk Petikemas

    Untuk Kelancaran Arus Logistik, Pelindo Padang Siapkan Layanan Parkir Angkutan Barang

    Untuk Kelancaran Arus Logistik, Pelindo Padang Siapkan Layanan Parkir Angkutan Barang

    TPK Batu Ampar Direct Call ke Tujuh Negara, Bukti Batam Makin Menarik

    TPK Batu Ampar Direct Call ke Tujuh Negara, Bukti Batam Makin Menarik

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Industri Galangan Kapal Hadapi Tantangan Berat, Harapkan Pemerintah Berikan Dukungan

    Industri Galangan Kapal Hadapi Tantangan Berat, Harapkan Pemerintah Berikan Dukungan

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Kebijakan Liferaft Disorot, Pelaku Pelayaran Minta Dievaluasi Lagi

oceanweek by oceanweek
June 24, 2026
in Berita Lain
Kebijakan Liferaft Disorot, Pelaku Pelayaran Minta Dievaluasi Lagi
344
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kebijakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) yang mewajibkan perawatan tahunan liferaft dilakukan hanya oleh authorized service station yang ditunjuk langsung oleh pabrikan (maker) mulai menjadi perhatian kalangan pelaku usaha pelayaran nasional.

Pelaku Usaha Pelayaran minta agar kebijakan tersebut dapat dievaluasi kembali, mengingat pelaku pelayaran sangat dirugikan dengan kebijakan itu.

Sekretaris Asosiasi PPAKPI (Perkumpulan Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia), Fikih mengungkapkan hal itu kepada Ocean Week, melalui WhatsApp nya, Rabu (24/6).

Menurut Fikih bahwa ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Direktur Perkapalan dan Kepelautan Nomor AL.202/1/1/DK/2026 tanggal 21 Mei 2026 yang saat ini diterapkan kepada perusahaan pelayaran peserta Pilot Project Tahap II.

Di satu sisi, ujarnya, kebijakan tersebut dinilainya memiliki tujuan positif untuk meningkatkan standar keselamatan pelayaran dan menjamin kualitas perawatan peralatan keselamatan jiwa di kapal.

“Namun di sisi lain, sejumlah pelaku usaha menilai penerapan sistem maker to maker perlu dikaji lebih mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap persaingan usaha, biaya operasional kapal, maupun keberlangsungan layanan pelayaran nasional,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan bahwa salah satu isu yang menjadi perhatian adalah terbatasnya jumlah authorized service station yang ditunjuk oleh pabrikan untuk beberapa merek liferaft yang beredar di Indonesia.

Untuk sejumlah merek internasional, jumlah penyedia jasa yang memperoleh otorisasi masih sangat sedikit. Bahkan terdapat merek tertentu yang hingga saat ini belum memiliki jaringan service station yang memadai di Indonesia.

Kondisi tersebut, katanya, dikhawatirkan dapat menciptakan posisi dominan bagi sejumlah penyedia jasa tertentu, mengurangi pilihan bagi operator kapal, dan berpotensi mengurangi kompetisi harga di pasar jasa perawatan liferaft.

“Apabila kebijakan ini nantinya diterapkan secara nasional, sejumlah pihak menilai perlu dilakukan pengawasan agar tidak bertentangan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,” jelasnya.

Menambah Biaya

Selain persoalan persaingan usaha, kata Fikih, operator kapal juga menyoroti potensi kenaikan biaya operasional akibat kewajiban melakukan servis hanya pada lokasi tertentu yang telah ditunjuk pabrikan.

Dalam praktiknya, liferaft dari berbagai daerah harus dikirim ke service station yang berwenang, sehingga menimbulkan tambahan biaya transportasi, penanganan (handling), serta waktu tunggu yang lebih panjang.

Bagi kapal-kapal penyeberangan yang beroperasi setiap hari, keterlambatan proses perawatan dapat berdampak pada jadwal docking maupun kelancaran operasional kapal.

Menurut Fikih, Sejumlah praktisi pelayaran juga menilai penting untuk menelaah kesesuaian kebijakan tersebut dengan prinsip-prinsip yang berlaku dalam konvensi keselamatan pelayaran internasional (Safety of Life at Sea atau SOLAS).

Secara umum, SOLAS dan berbagai pedoman Organisasi Maritim Internasional (IMO) menekankan bahwa peralatan keselamatan harus dirawat oleh personel atau fasilitas yang kompeten dan tersertifikasi sesuai standar yang berlaku.

“Karena itu, muncul pertanyaan apakah kewajiban maker to maker merupakan amanat langsung dari ketentuan internasional atau merupakan kebijakan administratif yang diterapkan secara nasional,” tanya Fikih.

Dia menambahkan bahwa Mayoritas liferaft yang digunakan kapal-kapal nasional diproduksi oleh perusahaan luar negeri. Ketergantungan terhadap sistem otorisasi pabrikan dinilai dapat menimbulkan risiko apabila di kemudian hari terjadi perubahan kebijakan bisnis, pencabutan otorisasi, atau bahkan penghentian operasional pabrikan tertentu.

Dalam kondisi tersebut, operator kapal berpotensi mengalami kesulitan memperoleh layanan perawatan maupun sertifikasi yang diperlukan untuk memenuhi ketentuan keselamatan pelayaran.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, ungkapnya, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam penerapan sistem perawatan berbasis maker to maker.

Saat ini sebagian besar fasilitas servis terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Batam, dan Makassar. Sementara itu, banyak kapal ferry dan kapal penumpang beroperasi di wilayah timur Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi, Papua, dan berbagai pulau kecil lainnya.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya logistik serta memperpanjang waktu perawatan bagi operator kapal yang berada jauh dari pusat layanan.

Meski begitu, kalangan pelayaran juga mengakui bahwa kebijakan tersebut memiliki tujuan yang patut diapresiasi.

Penerapan sistem maker to maker dinilai dapat meningkatkan keterlacakan (traceability) proses perawatan, mencegah pemalsuan sertifikat servis, serta memastikan penggunaan suku cadang yang sesuai dengan standar pabrikan.

Dengan demikian, tujuan peningkatan keselamatan pelayaran tetap menjadi kepentingan bersama yang perlu didukung seluruh pemangku kepentingan.

Agar Dievaluasi

Fikih juga mengungkapkan, bahwa Perkumpulan Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia (PPAKPI) mendukung upaya peningkatan keselamatan pelayaran, namun meminta agar penerapan kebijakan maker to maker dievaluasi secara komprehensif sebelum diberlakukan secara luas.

PPAKPI mengusulkan agar pemerintah melakukan evaluasi independen terhadap pilot project yang sedang berjalan, melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengkaji dampak persaingan usaha, serta tetap memberikan kesempatan kepada service station nasional yang memenuhi standar teknis dan sertifikasi untuk melakukan perawatan liferaft.

Selain itu, asosiasi juga mendorong pembentukan forum konsultasi yang melibatkan DJPL, BKI, KPPU, KNKT, dan asosiasi pelayaran.

Fikih menyampaikan, Para pelaku usaha berharap kebijakan yang diambil pemerintah dapat menciptakan keseimbangan antara peningkatan keselamatan pelayaran dengan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.

Menurut mereka, ungkap Fikih, keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama, namun implementasi kebijakan juga perlu mempertimbangkan dampak ekonomi, ketersediaan layanan, kondisi geografis Indonesia, serta prinsip persaingan usaha yang adil.

Dengan evaluasi yang komprehensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kebijakan perawatan liferaft nasional dapat meningkatkan keselamatan tanpa menimbulkan beban yang tidak perlu bagi industri pelayaran nasional.

Demo

Sebelumnya, Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Keadilan Rakyat (APKR) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP), Jakarta Utara, Selasa (23/6).

Aksi depo. (**)

Aksi tersebut menjadi sorotan karena melibatkan pelaku usaha perawatan dan perbaikan sekoci penyelamat (Inflatable Liferaft/ILR) dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka menilai sejumlah kebijakan yang diterbitkan BTKP dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjenhubla) berpotensi mengancam keberlangsungan usaha nasional, khususnya sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kementerian Perhubungan, khususnya kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.

Enam Tuntutan Utama Aliansi Peduli Keadilan Rakyat antara lain mendesak pemerintah untuk:
1. Membatalkan kebijakan Maker to Maker yang dinilai berpotensi menciptakan monopoli merek oleh perusahaan tertentu.
2. Membatalkan kewajiban pelatihan tenaga ahli (training) ILR yang harus dilakukan langsung ke China.

3. Mengusut dugaan penyalahgunaan kewenangan di lingkungan BTKP yang dianggap merugikan pelaku usaha nasional.
4. Menata ulang sistem sertifikasi dan pengawasan perlengkapan keselamatan pelayaran. (***)

Previous Post

JICT Masuk Empat Besar Finalis Terminal Peti Kemas Terbaik Asia pada AFLAS Awards 2026

Next Post

Gandeng US Coast Guard, Implementasikan ISPS-Code di Batam

Next Post
Gandeng US Coast Guard, Implementasikan ISPS-Code di Batam

Gandeng US Coast Guard, Implementasikan ISPS-Code di Batam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6300 shares
    Share 2520 Tweet 1575
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5467 shares
    Share 2187 Tweet 1367
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4541 shares
    Share 1816 Tweet 1135
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4243 shares
    Share 1697 Tweet 1061
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3915 shares
    Share 1566 Tweet 979

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

Kinerja Positif, JAI Bagikan Dividen Rp125,51 M

Kinerja Positif, JAI Bagikan Dividen Rp125,51 M

June 24, 2026

TPS SURABAYA

June 24, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.