Para pengusaha Perusahaan Bongkar Muat (PBM) anggota APBMI Jawa Timur (Jatim) akan menggelar musyawarah wilayah (Muswil) APBMI Jatim pada Senin (26/5), bertempat di Surabaya.
Ada tiga kandidat bakal calon yang mendaftarkan diri sebagai Ketua DPW APBMI Jawa Timur periode 2026 – 2031.
Mereka adalah Heri Siswanto, Dian Sanjaya dan Andre Julius Lamahayu. Ketiganya sudah saling mendalami kebutuhan asosiasi untuk melayani anggotanya dan hubungan kerjasama PBM dengan pihak luar terkait bisnis di pelabuhan.
Ada tiga masalah krusial menjadi tantangan para calon ketua. Yaitu implementasi Undang-Undang 66 tahun 2024 untuk meningkatkan peran PBM swasta di Pelabuhan, membangun kolaborasi PBM dan Pelindo untuk kerjasama saling menguntungkan dan kejujuran juga transparansi pengurus dalam melindungi dan mengayomi anggota APBMI.
“Kita semua sama-sama tahu bahwa PBM sebagai perusahaan jasa tidak bisa berjalan sendiri. Kita mesti bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak terkait,” ujar salah satu kandidat yang tidak mau disebut namanya kepada Ocean Week, di Surabaya.
Pihak terkait yang dimaksudkan adalah Pelindo, KSOP, pemilik barang, jasa angkutan dan TKBM. “Kelancaran arus barang banyak ditentukan dengan komunikasi dengan semua pihak,” kata kandidat yang sudah puluhan tahun bekerja di Tanjung Perak itu.
Dia mengajak bisnis secara fair dengan memperhatikan undang-undang nomor 66 tahun 2024 tentang pelayaran yang mengatur posisi Pelindo dan PBM.
“Ini saatnya PBM swasta kembali eksis. Dan, untuk mewujudkan eksistensi PBM membutuhkan asosiasi yang bersih, jujur dan transparan. Bisa melindungi dan mengayomi anggota,” tambahnya. (**/fail)





























