Kapal kargo MV Nur Allyai milik PT Gurita Lintas Samudera, bermuatan nikel hilang kontak di perairan Utara Pulau Buru, Maluku, sejak Selasa (20/8) lalu. 25 awak kapal belum diketahui nasibnya. Petugas kantor SAR Ambon mulai mencari keberadaan kapal tersebut.
Owner PT Gurita Lintas Samudera, H. Sunarto yang dikonfirmasi melalui WhatsApp sehubungan dengan kebenaran hilangnya kapal milik perseroan tersebut, hingga berita ini ditulis, belum memberi jawaban.
Kapal itu berlayar dari rute Pulau Weda, Maluku Utara tujuan Morosi, Sulewasei Tenggara, dan sejak Selasa (20/8) lalu hilang kontak.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin mengatakan mendapat laporan dari BCC dan KanSar Ternate, bahwa kapal dengan jenis kargo tersebut hilang kontak atau distress signal. Laporan diterima sejak Minggu siang tadi.
“Terima info itu pukul 13.30 WIT dari BCC dan KanSar Ternate, jenis kejadian itu kapal hilang kontak atau distress signal,” kata Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin, Minggu (25/8).
Muslimin juga menyatakan, kapal jenis kargo itu bermuatan nikel, dengan ciri memiliki lambung berwarna hitam atas merah kapal. “Kapal tersebut diketahui milik PT Gurita Lintas Samudera dan berisi 25 orang. Data kapal MV Nur Allya, berbendera Indonesia, jenisnya kargo GT (Gross Tonnage ) 30089 sedang pemilik PT Gurita Lintas Samudra, POB 25 orang dan kapal tersebut memiliki panjang 189 dan lebar 34 meter,” ungkapnya.
Keberadaan kapal hingga saat ini belum ditemukan. Setelah mendapat laporan tersebut tim rescue telah berangkat melakukan pencarian atau pengecekan di laut Maluku.
“Tim rescue pukul 13.45 WIT diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dengan menggunakan RIB,” kata Muslimin. (dtk/ow/**)




























