Beruntung musibah yang menimpa keduanya tidak sampai memakan korban nyawa.
Untuk kapal tanker MT Eastern Glory, sedang terus diupayakan dilakukan evakuasi menggunakan kapal patroli Ditpolairud Polda Kepri. “Saat ini, personel kami terus berusaha melakukan evakuasi,” kata Direktur Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Kepri Kombes Benyamin Sapta.
Menurut Benyamin, dari pemeriksaan awal, diduga tali jangkar kapal tanker tersebut putus akibat gelombang dan angin kencang yang terjadi saat ini di perairan Kepri. Sehingga, kapal tersebut terbawa arus hingga akhirnya menghantam Jembatan II Barelang.
Saat ini, Ditpolairud Polda Kepri menempatkan 2 kapal patrolinya di bagian belakang kapal tanker tersebut, dengan tujuan untuk mendorong kapal itu agar berpindah dan bisa ditarik ke lokasi semula.
Tongkang Hantam Pelabuhan
Sementara itu, kecelakaan juga terjadi di Pelabuhan Khusus (Pelsus) milik PT Holcim Indonesia. Sebuah tongkang bermuatan batu bara lepas kendali karena dihantam ombak besar saat sandar, berakibat pelabuhan Holcim itu rusak terputus menjadi tiga bagian, karena sebagian material runtuh.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono menyatakan, memang waktu itu gelombang tinggi dan angin sangat kencang, sehingga tongkang tersebut lepas kendali.
Kejadian pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 Wib itu tak sampai mencederai para pekerja yang berada di pelabuhan tersebut. “Saat kejadian putusnya akses jalan pelabuhan ada sekitar 16 orang pekerja yang terjebak di ujung, namun selamat semua,” kata Joko Ludiyono.
Para pekerja yang terjebak dievakuasi pihak BPBD Tuban bersama kepolisian dan Polairud berkoordinasi dengan pihak PT Holcim Indonesia. Mengingat, akses jalan dermaga pelabuhan itu rusak,ambruk dan terputus sepanjang 150 meter.
Tabrak Karang
Di tempat lain, akibat cuaca buruk di perairan Selat Madura, sebuah Kapal pencari ikan asal Probolinggo (KM Arjuna) mengalami kebocoran setelah menabrak karang di perairan Sampang, Madura. Akibatnya kapal tersebut kandas.

Kasatpolair Polres Probolinggo, AKP Slamet Prayitno, membenarkan jika ada kapal pencari ikan milik nelayan Probolinggo kandas di dekat Pulau Kambing atau Mandangin. “Kita mendapat kabar kejadian itu dari Polair Polres Sampang,” ujarnya, Rabu (23/1).
Kapal bertonase diatas 20 GT kandas pada Selasa (22/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, kapal menabrak karang setelah dihantam ombak tinggi. Akibatnya, lambung kapal mengalami kebocoran. Beruntung saat itu, posisi kapal dekat dengan bibir pantai.
Mengetahui kapal bocor, 7 ABK-nya kemudian berenang ke tepi pantai menyelamatkan diri. Mereka adalah H. Sudar (Nakhoda), Atnaji Abang Salim, Moh. Rian, Abdul Hafid, Moh Irul dan Bakir. Semuanya warga Kota Probolinggo. (kps/wb/***)






























