Walikota Semarang Hendar Prihadi berencana membuat wahana wisata bahari di banjir kanal barat (BKB) dengan menempatkan kapal atau perahu wisata menelusuri sungai dari pelabuhan Semarang ke Klenteng Sam Poo Kong sejauh lebih kurang 5 kilo, dalam rangka mewarnai Semarang sebagai kota maritim.
Gagasan rencana ini disampaikan walikota Semarang pada acara seminar bertema ‘Peran Kota Semarang Dalam Pembangunan Sektor Maritim Menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia’, yang diselenggarakan di Kampus Akpelni Semarang, Selasa (19/12) pagi.
Selain Hendar, hadir pula Nara sumber lain seperti Laks (purn) Mangindaan dari Lemhanas, Direktur Akpelni Capt. Achmad Sulistyo, serta Capt. Hadi Supriyono, perwakilan Indonesia di IMO.
“Semarang akan dibangun wahana wisata sungai, basisnya pelaut yang dihasilkan dari 5 perguruan tinggi dan 4 SMK Pelayaran,” kata Walikota Hendar.
Selain itu, Pemerintah kota juga akan melanjutkan pembangunan ‘Kampung Bahari’ di kelurahan Tambak Lorok, sebelah timur pelabuhan Tanjung Emas yang saat ini digunakan sebagai tempat nelayan di kota Semarang.
“Selain itu, pemerintah kota Semarang juga terus meningkat kan koordinasi dengan PT Pelindo Tanjung Emas untuk memperbaiki infrastruktur yang sudah ada di pelabuhan, sehingga Tanjung Emas bisa disinggahi kapal-kapal yang lebih besar dan lebih banyak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” kata Hendar.
Ketua DPC INSA Semarang Ridwan berharap apa yang menjadi rencana pemerintah kota Semarang dapat segera terealisasi. (***)



























