Pemerintah akan mengembangkan pelabuhan Tanjung Kendal di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, dengan membangun dermaga sebelah utara dari dermaga yang sudah ada sekarang ini, sehingga dapat melayani kapal kargo minimal kapasitas 300 GT.
“Pembangunan dermaga itu diharapkan tahun 2018 selesai, dan bisa beroperasi. Kami sudah mengusulkan supaya dilakukan pengerukan alur masuk pelabuhan menjadi 5 meter,” kata KSOP Tanjung Emas Semarang, Gajah Rooseno kepada Ocean Week, di Semarang.
Selain mengeruk kolam pelabuhan, ujar Gajah, juga dilakukan perbaikan rambu-rambu navigasi. “Yang jelas kami lebih memikirkan keselamatan pelayaran, dan kenyamanan pengguna jasa, sehingga pada waktu kapalnya masuk ke pelabuhan Kendal dan berkegiatan disitu, ada kepastian dan nyaman,” ungkap Gajah dibenarkan Ridwan, Ketua DPC INSA Semarang.
Nantinya, pengelolaan pelabuhan Kendal tergantung kepada Bupati Kendal Mirna, apakah mau dikerjasamakan dengan BUMN Pelindo, atau BUP yang dibentuk oleh pemerintah daerah.
“Kami sudah memberi saran, kalau mau maju mesti diserahkan pengelolaannya kepada ahlinya yaitu PT Pelindo. Tapi kelihatannya belum ada jawaban pasti dari Bupati,” kata Gajah.
Saat ini, aktifitas di pelabuhan Tanjung Kendal ini, selain untuk penyeberangan Kendal-Kumai dilayani kapal Kalibodri, juga ada untuk wisata Kendal-Karimunjawa menggunakan kapal Bahari Express. Kedepan diharapkan dengan selesainya pembangunan dermaga, dapat digunakan untuk layani kargo umum.
Ditanya mengenai pelabuhan Tanjung Emas, Gajah menyatakan bahwa kedepan pelabuhan ini akan sangat prospektif, mengingat sekarang ini banyak industri baru tumbuh di wilayah Jawa Tengah. “Apalagi kalau kawasan industri Kendal sudah jalan 100%, pasti kegiatan pengiriman barangnyaakan menggunakan pelabuhan Tanjung Emas. Singapura investasi hingga 47% saham di kawasan industri itu pasti sudah dipikirkan matang-matang,” jelasnya panjang lebar.
Sekarang, ungkapnya, Tanjung Emas juga dikeruk menjadi 10,5 meter. “Diharapkan kedepan pelabuhan ini bakal menjadi salah satu hub, karena prospek tadi,” tutur Gajah. (**)




























