PT Jasa Armada Indonesia (JAI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 120,41 miliar di tahun 2017, tumbuh 2,86% dibandingkan tahun 2016 yang tercapai 117,06 miliar.
“Pertumbuhan laba perseroan terutama berasal dari peningkatan pendapatan penundaan sebesar 2,57%, sedangkan biaya usaha turun 7,60%,” kata Dawam Admosudiro, Dirut PT JAI Tbk, kepada Ocean Week, usai acara berbuka puasa bersama ratusan anak yatim piatu dan kaum dhuafa di wilayah Jakarta Utara dalam rangka progrm CSR perseroan, Kamis (24/5), bertempat di Kantor JAI, Jakut.
Dawam juga menyatakan, dalam triwulan I tahun 2018, perseroan berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 34,34 miliar, atau meningkat 11,34% dibandingkan periode sama tahun 2017 yang mencapai Rp 30,84 miliar.
PT JAI yang telah melantai di bursa saham sejak 22 Desember 2017 lalu, terus melakukan terobosan-terobosan positf dalam menggaet pasar. Pengembangan yang dilakukan perseroan cukup berhasil signifikan. Salah satunya, bekerjasama dengan Petrochina dalam penanganan pandu tunda di wilayah Sumatera Selatan. Selain itu juga dengan salah satu anak perusahaan Pertamina di wilayah Kepulauan Seribu untuk penanganan pandu tunda.
Dawam juga menambahkan, bahwa JAI memiliki bisnis utama dibidang layanan pandu tunda dengan pangsa pasar utama melayani kegiatan pandu tunda kapal di seluruh wilayah kerja PT Pelindo II yang meliputi sebelas pelabuhan. “Tahun 2017, perseroan mulai memperluas sayap bisnisnya dengan melayani angkutan laut (shipping) dan pengelolaan kapal,” ujar Dawam. (***)





























