Satu unit quay container crane (QCC) didatangkan Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) sebagai tambahan dari dua QCC yang sebelumnya sudah tiba di terminal ini pada Desember 2025 lalu.
Pengiriman serta proses bongkar muat peralatan berat tersebut ditangani oleh PT Indo Formosa Trading, agen lokal Sany Marine Heavy Industry asal Tiongkok.
Menurut Direktur Pemasaran PT Indo Formosa Trading, H. Sunarno, QCC dikirim menggunakan kapal HAI TENG 007, bersandar di TPK Koja pada Kamis (15/1) lalu.
Nano (panggilannya) menjelaskan bahwa pengiriman QCC ini dilakukan bersamaan dengan dua unit rubber tyred gantry (RTG) crane yang ditujukan untuk MSA Meratus.
Menurut dia, kapal sudah tiba dan siap untuk dibongkar. “Secara umum, proses kedatangan kapal berjalan dengan baik, meskipun kondisi cuaca kurang mendukung,” ujar Sunarno dalam keterangan nya.

Penambahan QCC ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi pelayanan bongkar muat di TPK Koja.
Dengan peralatan baru tersebut, terminal petikemas ini menargetkan peningkatan kinerja operasional sekaligus mendukung kelancaran arus logistik, khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi salah satu simpul utama perdagangan nasional.
Manajemen TPK Koja menyampaikan bahwa pengadaan peralatan baru ini merupakan bagian dari paket pengadaan peralatan baru yang didasarkan pada analisis kebutuhan operasional serta studi teknis.
Peningkatan fasilitas tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat, mengurangi hambatan logistik, serta mempercepat transisi terminal menuju operasi yang ramah lingkungan atau pelabuhan hijau.
Pengiriman pertama peralatan, yang tiba pada 12 Desember, mencakup dua unit quay container crane (QCC) dan empat unit electric rubber tyred gantry (E-RTG). Sementara itu, pengiriman kedua berupa satu unit QCC dan tiba kemarin pada Kamis, 15 Januari.
QCC baru dirancang untuk melayani kapal kelas super post-Panamax dengan jangkauan hingga 63 meter atau setara sekitar 22 baris kontainer.
Peralatan ini menggantikan derek lama yang sebelumnya hanya mampu melayani kapal Panamax dengan jangkauan sekitar 35 meter atau 13 baris kontainer. Adapun unit E-RTG akan memperkuat kegiatan penanganan kontainer di area penumpukan.
Seluruh peralatan baru tersebut beroperasi menggunakan tenaga listrik, sejalan dengan komitmen Manajemen TPK Koja dalam mendukung pengurangan emisi serta efisiensi konsumsi energi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi operasional terminal untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat, stabilitas, dan keandalan layanan.
Manajemen TPK Koja optimistis bahwa peningkatan fasilitas ini akan memperkuat daya saing terminal serta memungkinkan penyediaan layanan yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi pengguna jasa di tengah persaingan industri kepelabuhanan global. (***)





























