Meski ada sangsi Amerika Serikat (AS) yang ditujukan untuk menghalangi bisnis dengan Moskow, India menyatakan sepakat akan menandatangani untuk membeli kapal fregat Rusia senilai Rp32,8 triliun.
Kesepakatan itu diharapkan akan ditandatangani oleh Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan di Delhi 5 Oktober mendatang. Kesepakatan itu akan membuat India memperoleh frigat kelas Talwar terbaru, juga dikenal sebagai frigat Project 11356.
Menteri Pertahanan India Nirmala Sitharaman mengindikasikan bahwa negaranya tidak akan membiarkan hubungannya dengan Rusia akan terkena sanksi AS. Dia menyatakan bahwa negosiasi atas kesepakatan sistem rudal S-400 dengan Rusia hampir selesai, mengisyaratkan bahwa India sedang dalam proses untuk segera menyelesaikannya.
Dikutip Russia Today dari Economic Times pada Selasa (18/9), setelah merevitalisasi hubungan pertahanan dengan AS awal bulan ini, India kini telah beralih ke Rusia untuk mendapatkan empat kapal perang baru Angkatan Lautnya.
Dua kapal diantaranya dilaporkan akan dibangun di galangan kapal Goa, sementara dua lagi akan dikirim dari Rusia.
Menurut Economic Times, hingga kini sulit bagi India untuk memperoleh senjata dari Rusia karena sanksi keuangan AS mempersulit proses tersebut. Sanksi-sanksi AS tersebut diimplementasikan di bawah undang-undang CAATSA setelah reunifikasi Crimea dengan Rusia pasca referendum, sebuah langkah yang AS dan sekutu Baratnya juluki sebagai “aneksasi”. (***)




























