Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi dari Indonesia kembali terpilih sebagai Chairman Asean Federation of Forwarders Association (AFFA) periode 2018-2020. Yang pertama, Yukki dipercaya memimpin AFFA setelah memenangkan pemilihan di Yangon tiga tahun lalu.
Belum lama ini, di kota Bali bertepatan dengan Munas Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki), Ocean Week sempat ngobrol santai dengan Yukki. Dia bercerita mengenai banyak hal, tentunya terkait soal perkembangan usaha logistik dan forwardig Indonesia, tentang pelabuhan, depo petikemas, sampai dengan hobby berselancarnya.
Yukki Nugrahawan Hanafi begitu bersemangatnya menceritakan bagaimana ketika masa SMP-nya sudah sering bertandang ke pulau dewata ini dan bermain selancar di pantai Bali nan indah ini. Bahkan sekarang hobbynya itupun menurun ke anak perempuannya.
“Laut banyak memberi inspirasi, melihat laut kita bisa instropeksi bahwa ternyata kita nggak ada apa-apanya dihadapan Tuhan. Berselancar itu asyik, tapi juga mengerikan, apalagi jika ombaknya besar, kita bisa tergulung,” ujarnya.
Waktu itu, Yukki tidak sendiri, ada pula Ketua ALFI Bali Gusti Ray, dan penasihat ALFI Bali Jhon. Di mobil yang membawa kami dari Kuta menuju Benoa, berbagai cerita diomongin, dan sesekali diselingi dengan candaan yang membuat semuanya tertawa terbahak.

Yukki saat itu pun bercerita bagaimana ASEAN sebagai pasar terbesar ketiga di Asia setelah Cina dan India, dalam perkembangannya telah membuat ASEAN sebagai regional yang memiliki potensi perdagangan berkisar US$1 triliun. “Disitu perdagangan ASEAN memiliki porsi terbesar, dan Indonesia menjadi kekuatan terbesar di ASEAN,” ungkap President Director Forway Logistics itu.
Ketika menyinggung ALFI, Yukki yang alumni AHLEI Florida Amerika Serikat itu dengan tangkas menyatakan bahwa Indonesia boleh berbangga karena ALFI merupakan satu-satunya asosiasi logistik dan forwarder di Indonesia yang telah melihat pentingnya peningkatan kualitas SDM dengan mendirikan ALFI Institute sejak 1999.
Untuk itu, dibentuklah PT Logistik Insan Prima dengan pendiri ALFI, Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo). Lembaga ini merupakan lembaga sertifikasi profesi bidang logistik berstandar BNSP pertama di Indonesia.

Meski hanya sebentar, namun obrolan dengan Ketua AFFA untuk kedua kalinya ini, cukup berarti. Pandangan dan pemikirannya visioner. Yukki pun sempat mengungkapkan bagaimana kedepan, IT sistem, digitalisasi mau nggak mau harus diterima Indonesia sebagai sebuah konsekuensi perubahan jaman. “Digitalisasi di kepelabuhanan tak bisa dihindari, semua pihak mesti ikut jika tak ingin ketinggalan dengan negara luar,” katanya yang juga dibenarkan Bagus Ray dan Jhon.
Bahkan mereka juga terkadang terlibat berdiskusi, dan saling memberi informasi. Ocean Week pun hanya menjadi pendengar manakala ketiga tokoh ALFI tersebut sedang serius mendiskusikan soal usaha logistik. Siang itu, Bagus Ray sempat melontarkan omongan ke Yukki, kalau dia hanya ingin satu periode saja pimpin ALFI di Bali. Beda dengan Jhon yang sempat menjadi orang nomor satu di ALFI Bali selama 15 tahunan, mulai dari namanya masih Gafeksi. Mengomentari ini, Yukki hanya senyam-senyum saja.
Tak terasa sudah setengah jam perjalanan kami menuju sebuah rumah makan sea food di Benoa. Pemandangan yang indah, jalan tol yang terbentang panjang diatas laut semakin membuat setiap orang sangat menikmati Bali.
“Bali memang sudah berubah, taman-taman kota diperindah, akses jalan dibangun, dan sebagainya. Dan kita sudah sampai nih di tempat yang kita tuju. Ke Bali kita mesti nikmati sea food, salah satunya ya di Benoa ini,” kata Yukki mengakhiri obrolannya. (ow/***)





























