Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalimantan Barat Amalia dan tokoh kepelabuhanan Pontianak Hamdan Godang, memprediksi terminal Kijing (terminal petikemas) di kabupaten Mempawah bisa berjalan normal kalau infrastruktur jalan dan lainnya sudah dibangun.
“Kalau jalan dari dan ke terminal Kijing masih seperti sekarang ini, masih sulit terminal petikemas Kijing bisa jalan, apalagi gudang pemilik barang mayoritas masih berada di kota Pontianak,” ujar Amalia menjawab wartawan, di sela Munas APBMI di Jakarta, kemarin.
Menurut Amalia, pelabuhan Dwikora Pontianak masih layak untuk kegiatan kapal-kapal petikemas dan non petikemas. “Meski alur pelayaran dangkal, namun masih bisa dilalui kapal-kapal muatan petikemas, sehingga pemilik barang masih memilih Dwikora,” ucapnya.
Sementara Hamdan Godang yakin, terminal Kijing lambat lain pasti akan berjalan normal. “Tunggu waktunya, pasti ada kapal-kapal petikemas yang ke Kijing. Saat ini sudah ada kapal Pulau Laut yang berkegiatan di terminal Kijing,” katanya.
Memang, ujarnya, sekarang masih banyak kegiatan petikemas di Dwikora, karena selain peralatan bongkar muat nya lengkap, dan gudang pemilik barang juga tak jauh. “Di Kijing peralatan bongkar muat petikemas belum lengkap,” kata Hamdan.
Meski begitu, Hamdan tetap optimis, terminal petikemas Kijing bakal berkembang, sebagaimana di terminal non petikemas yang sekarang sudah banyak kegiatan untuk CPO. “Pastinya kedepan pelayaran dan pemilik barang akan mikir untuk menggunakan terminal Kijing,” ungkapnya. (***)






























