Pelabuhan Tuas Singapura telah menangani total throughput sebesar 25 juta TEUs sejak terminal tersebut beroperasi pada September 2022 lalu.
Pencapaian volume ini dikarenakan adanya peningkatan pesat aktivitas operasional di mega-terminal yang serba otomatis tersebut, seiring dengan perluasan perannya dalam jaringan alih muat (transhipment) global.
Mengutip dari situs Singapore port, disebutkan bahwa perluasan Dermaga dan Infrastruktur Operasional Dirancang sebagai simpul utama dalam strategi rantai pasok “Node to Network” milik PSA Group, Pelabuhan Tuas mengintegrasikan penanganan petikemas otomatis dengan layanan logistik digital yang lebih luas.
Angka-angka operasional utama dan metrik perluasan meliputi Kapasitas Saat Ini dengan mengoperasikan 14 dermaga aktif, menangani kargo alih muat (transhipment) dan kargo gateway (pintu gerbang perdagangan) dalam peti kemas.
Pelabuhan Tuas sesuai rencana bakal memperluas kapasitas menjadi 18 dermaga pada tahun 2027 seiring dengan berlanjutnya pembangunan dan penempatan peralatan.
Tuas juga membangun Integrasi Jaringan yang menghubungkan kunjungan kapal feeder regional dan kapal jalur utama (main-lane) yang singgah di Singapura secara langsung dengan jaringan terminal internasional PSA.
Perspektif Kepemimpinan Strategis Ong Kim Pong, Group CEO PSA International, menekankan bahwa ekosistem logistik terintegrasi di Pelabuhan Tuas dirancang untuk membantu pengirim barang (shippers) dalam menghadapi arus perdagangan global yang semakin kompleks melalui koordinasi operasional yang otomatis.
Nelson Quek, Regional CEO Asia Tenggara untuk PSA International, mengaitkan pencapaian tonggak sejarah arus peti kemas ini dengan kolaborasi berkelanjutan antara serikat pekerja terminal, mitra perusahaan pelayaran, dan pemangku kepentingan pelabuhan setempat.
Seperti diketahui bahwa pelabuhan Tuas diproyeksikan mampu menangani 65 juta TEUs per tahun setelah seluruh fase selesai.
Menggunakan kendaraan pemandu otomatis (AGV) bertenaga listrik dan derek otomatis yang dipantau dari pusat kendali.
Tuas juga direncanakan mampu mengkonsolidasikan terminal dengan memindahkan aktivitas dari terminal lama seperti Tanjong Pagar, Keppel, Brani, dan Pasir Panjang secara bertahap hingga tahun 2040.
Tuas diharapkan bisa memangkas emisi karbon sekitar 50% dibanding kendaraan diesel konvensional dengan target emisi nol bersih pada 2050.
Proyek ini bakal membebaskan sekitar 1.000 hektare lahan pesisir selatan Singapura untuk kawasan Greater Southern Waterfront. (**)






























