Telah terjadi kecelakaan tabrakan kapal antara MT Mariana Golden dengan MT Tegar, pada pukul 08.00 WIB, Selasa (12/5) di kolam dermaga Pertamina, sehingga mengakibatkan terjadinya tumpahan minyak sebanyak 500 liter.
Peristiwa tersebut, sudah dilaporkan ke pihak KSOP Priok, agar segera menerjunkan tim untuk menanggulangi tumpahan minyak dari kapal tersebut.
Sayangnya hal itu bukan kejadian sebenarnya, karena peristiwa ini merupakan simulasi kegiatan Joint Exercise Business Continuity Management System (BCMS) Tumpahan Minyak di Pelabuhan Tanjung Priok, yang dilakukan oleh KSOP Tanjung Priok bersama stakeholders kepelabuhanan, bertempat di dermaga X President, pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (12/5/2026).
Hadir pada kegiatan ini, antara lain Kepala KSOP Tanjung Priok Heru Susanto, Kepala KSOP Marunda Agus Haryanto, EGM Pelindo Tanjung Priok Yandri Trisaputra, GM TPK Koja Banu Astrini, perwakilan Navigasi Priok Bowo, dan Basarnas, maupun instansi lain.
KSOP Utama Tanjung Priok Heru Susanto mewakili Ditjen Perhubungan Laut M. Masyhud menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan exercise bersama lintas instansi dan operator pelabuhan dalam simulasi penanggulangan tumpahan minyak serta pengujian sistem keberlangsungan operasional pelabuhan (Business Continuity Management System/BCMS) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Kata Heru, simulasi penanggulangan tumpahan minyak ini meliputi, Aktivasi Business Continuity Management System (BCMS), Koordinasi lintas stakeholder pelabuhan, Penggelaran peralatan penanggulangan tumpahan minyak, dan Simulasi command center dan emergency response.

Kegiatan ini melibatkan regulator, operator terminal, stakeholder kepelabuhanan, dan instansi terkait dalam upaya membangun sistem ketahanan dan keberlangsungan operasional pelabuhan secara terintegrasi.
“Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting sebagai bagian dari upaya kita memperkuat kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi potensi gangguan operasional, khususnya insiden tumpahan minyak yang dapat berdampak terhadap keselamatan, lingkungan, operasional perusahaan, maupun reputasi institusi,” ungkapnya saat membuka acara ini.
Melalui pelaksanaan ini, lanjutnya, kita tidak hanya menguji prosedur dan mekanisme penanganan darurat yang telah disusun, tetapi juga mengukur efektivitas koordinasi lintas fungsi, kecepatan pengambilan keputusan, serta kemampuan komunikasi dalam situasi krisis.
Dengan demikian, ujarnya, kita dapat memastikan bahwa organisasi memiliki kapasitas untuk tetap menjaga keberlangsungan layanan dan operasional secara optimal.
“Saya apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi, dan bekerja keras sehingga kegiatan ini terlaksana,” katanya.(***)




























