Pemerintah telah memiliki sejumlah cara untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi mencapai 6,1% di 2018 ini. Salah satunya adalah dengan membereskan tata niaga di pelabuhan yang diatur melalui paket kebijakan ekonomi pada sektor logistik nantinya.
“Iya termasuk itu tapi termasuk juga EoDB karena mungkin EoDB tidak bisa mengejar di tahun ini, mungkin kita baru selesai dalam tiga bulan lagi (soal tata niaga) dan baru tahun depannya lagi kelihatan (hasil EoDB-nya). Itu semua memang harus dirancang,” kata Darmin Nasution, Menko Ekonomi, di Jakarta.
Melalui predikat investment grade, nantinya pemerintah juga akan memanfaatkan momentum ini untuk menggaet investor. Salah satunya adalah Jepang dan Eropa sebagai pemilik dana investasi terbesar.
“Mereka itu tidak pernah mau kalau belum full investment grade. Jadi, yang masuk itu selama ini lebih banyak fund manager yang lebih berani berspekulasi. Jadi kenapa perlu waktu, ya itu tadi, orang konservatif itu bukan hanya mau kejar untung begitu saja, mereka adalah orang-orang, pension fund itu adalah pengumpul dana jangka panjang yang dia sudah tahu biaya dia sampai dengan 15-20 tahun ke depan, dia tahu dana dia ada, dana dia begini. Ambil dananya tidak perlu yang meledak-ledak begitu, yang penting stabil,” ungkapnya. (**)


























