PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) non petikemas area Panjang saat ini sedang fokus menggarap market baru untuk dapat mencapai target kegiatan yang ditanganinya di tahun 2026 ini sebesar 6,7 juta ton.
Tahun 2025 lalu, bongkar muat (throughput) yang ditangani PTP mencapai 6.000.754 ton, atau naik dibanding pencapaian 2024 yang tercatat 5.993.311 ton.
Manager Area PTP Panjang Doddy Setiawan menyampaikan bahwa pasar baru yang berpotensi masuk ke PTP, antara lain batu split, batubara, dan bungkil.
“Selain mempertahankan pasar yang sudah ada, kami juga sedang fokus bisa menarik market baru. Misalnya batu split per bulan potensinya sekitar 300 ribu ton, kalau 100 ribu saja bisa ke kita, sudah lumayan. Belum lagi batubara yang sebesar 800 ribu sampai 1 juta ton untuk kebutuhan Lampung, dari komoditi ini ke PTP bisa 300 ribu ton saja, sudah bagus juga,” kata Doddy kepada Ocean Week, di Lampung, Rabu (28/1) siang.
Doddy optimis pasar baru tersebut bisa diraihnya, apalagi untuk komoditi batubara dengan adanya kebijakan Pemda Palembang yang melarang pengangkutan batubara lewat darat. “Dengan kebijakan tersebut, pasti akan lewat laut, makanya kami yakin akan masuk pelabuhan Panjang, nah untuk bongkar muatnya kemungkinan besar PTP pasti kebagian,” ungkalnya yakin.
Makanya, ujarnya, pihaknya optimis, target 6,7 juta ton di 2026 ini bisa tercapai dengan tambahan pasar baru tersebut.
Doddy menuturkan, tahun 2025 lalu capaian kinerja operasional sebesar 6 jutaan ton berasal dari general cargo 220.016 ton, bag cargo 344.212 ton, curah cair 1.070.652 ton, curah kering 4.114.530 ton, kendaraan 6.286 unit dan hewan 207.149 ekor.
Sedangkan pada 2024, realisasinya untuk general cargo 220.016 ton, bag cargo 508.045 ton, curah cair.883.923 ton, curah kering 4.170.468 ton, kendaraan 77 unit dan hewan 210.781 ekor.
Menjawab mengenai kenaikan tarif bongkar muat, Doddy menyampaikan kalau tarif sudah naik. Beberapa pengguna jasa PTP juga sudah setuju tarif naik. “Biaya TKBM naik 9%, makanya tarif bongkar muat menyesuaikan kenaikan tarif. Sejumlah pengguna jasa sudah setuju,” jelasnya.
Keselamatan Kerja
PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) juga komitmen terhadap keselamatan kerja, hal itu tergambar dengan meraih penghargaan Health, Safety, Security, & Environment (HSSE) dari Mubadala Energy.
Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan PTP Nonpetikemas dalam mencatatkan zero loss time incident (LTI) atau nihil kecelakaan kerja. (***)





























