Alur pelayaran ke dan dari pelabuhan Pangkal Balam, Propinsi Bangka Belitung mengalami pendangkalan serius.
Namun, pemerintah terkesan tak peduli dengan kondisi tersebut. Pengerukan tak segera dilakukan. Meski INSA Bangka sudah berulang kali meminta supaya alur tersebut dikeruk, tapi suara dari pengguna jasa ini tak digubris.
“Dalam Minggu terakhir ini ada tiga kapal kandas, yakni Sakura (kapal penumpang), Alken (kapal kontainer), dan Sewindu (kapal penumpang). Kami sudah minta berulang kali supaya alur pelayaran dikeruk, tapi ya masih nggak jelas,” ujar Eko Supriyadi, Ketua INSA Bangka saat dihubungi Ocean Week per telepon, Selasa pagi.
Menurut Eko, alur pelayaran di sekitar Toren Gosong harusnya dikeruk, karena di wilayah itu sangat dangkal. “Paling kedalamannya antara 2,8 – 3 meter. Jadi kalau kapal ada kapal kontainer maupun kapal penumpang dengan draft sekitar 4-4,8 meter ya nggak berani masuk, kalau dipaksakan pasti kandas,” ungkap Eko.
Oleh karena itu, INSA Bangka terus tak henti minta kepada Kemenhub melalui perhubungan laut, segera melakukan pengerukan. “INSA juga bingung, kenapa Hubla diam saja ya,” katanya.
Sementara itu, GM Regional 2 Pelindo Pangkal Balam A. Yoga Suryadarma mengungkapkan bahwa saat ini lalu lintas kapal ke dan dari pelabuhan Pangkal Balam sudah lancar kembali.
“Kapal kandas itu karena cuaca buruk, angin kencang, sehingga mereka nggak berani berisiko. Kapal Sewindu nggak berani memaksakan diri, apalagi di depannya ada kapal Alken yang kandas, sehingga kapal Sewindu masuk takutnya bisa nyenggol jika angin besar,” kata Yoga kepada Ocean Week, Selasa pagi.
Dia menyampaikan bahwa pada hari kapal Alken kandas itu air pasang +/- 2.1, kedalaman di rerata 2.8 sampai dengan 3 meter. “Jadi kurang lebih ketinggian air di 5 M,” jelasnya.
Yoga juga mengakui alur pelayaran di sekitar Toren Gosong cukup dangkal, kalau tak air pasang sekitar 2,8 meter, sehingga kapal tak bisa leluasa berkegiatan.
“Tapi kami berupaya untuk terus mengecek posisi alur mana yang dangkal dan nggak, sehingga itu untuk pandu biar bisa tau pada saat melakukan pemanduan, mana yang dangkal dan nggak,” katanya sembari menyampaikan jika hubungannya dengan KSOP sangat baik.
Seperti diketahui bahwa pada Senin sore (13/7), ratusan penumpang kapal KM Sewindu harus dievakuasi darurat karena kapal yang mereka tumpangi tak bisa melintas di alur Pelabuhan Pangkal Balam, akibat terhalang oleh kapal Alken yang kandas.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika dalam keterangan nya mengatakan, KM Sewindu yang mengangkut 253 penumpang dijadwalkan sandar di dermaga Pangkal Balam pada Senin siang.
“Laporan darurat terhadap Kapal Motor (KM) Sewindu yang mengangkut 253 penumpang yang mengalami trouble di alur pelayaran Pangkal Balam,” kata Mikel di Pangkalpinang.
Mikel menyampaikan, insiden bermula saat KM Sewindu yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pangkal Balam pada Senin siang. Namun, alur pelayaran di sekitar Toren Gosong dilaporkan tidak bisa dilalui. Hal ini disebabkan oleh Kapal Alken Pesat yang mengalami kandas di jalur tersebut setelah dihantam cuaca buruk.
“Akibat terblokir nya alur pelayaran, KM Sewindu tidak dapat merapat ke dermaga. Menyadari persediaan logistik makanan di atas kapal telah habis, Nakhoda KM Sewindu, Fajrul A, memutuskan untuk meminta bantuan evakuasi penumpang ke darat. Laporan tersebut diterima oleh Kansar Pangkalpinang pada pukul 12.11 WIB,” ujar Mikel.
Kata Mikel, merespons kondisi darurat tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Babel, KSOP Pangkal Balam, dan PT Pelindo langsung dikerahkan dengan menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Karna, tim bergerak cepat dari Pelabuhan Pangkalbalam menuju lokasi kejadian (Last Known Position/LKP).
“Proses evakuasi dari KM Sewindu ke atas KN SAR Karna berlangsung kondusif dan dinyatakan selesai pada pukul 15.05 WIB. Selanjutnya, tim bergerak membawa para penumpang kembali ke Pelabuhan Pangkal Balam,” ujar Mikel.
Pada pukul 15.44 WIB, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan didaratkan di dermaga.
Dari total 253 penumpang, 252 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi sehat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga serta otoritas setempat. Satu orang sakit, dan segera dilarikan ke rumah sakit. (***)





























