PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), salah satu Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo terus melakukan upaya eksplorasi potensi bisnis perusahaan melalui optimalisasi pemanfaatan aset untuk Depo Petikemas di Pelabuhan Panjang.
Dalam pelaksanaan optimalisasi pemanfaatan aset ini, SPSL melalui Anak Perusahaannya yakni PT Prima Indonesia Logistik (PT PIL) menjalin kerjasama dengan PT Intercon Terminal Indonesia dalam pengelolaan Depo Petikemas di Pelabuhan Panjang, di Lampung.
“Depo Petikemas yang digarap ini sebelumnya merupakan aset idle dengan luas total 15.900 m2, dimana berupa lapangan paving block seluas 8.817 m2 dan sisanya seluas 7.083 m2 dalam proses pematangan lahan serta clearing area. Optimalisasi aset ini merupakan salah satu langkah SPSL untuk mendukung kegiatan logistik yang lebih efektif dan efisien. Hal ini juga sejalan dengan staging dalam roadmap SPSL tahun 2023-2024 yakni fase ekspansi ekosistem,” kata Direktur Utama SPSL, Joko Noerhudha dalam keterangan tertulisnya yang diterima Ocean Week, Minggu.
Menurut Joko, kolaborasi pengelolaan Depo Petikemas seluas 8.817 m2 ini berpotensi untuk menghasilkan throughput sekitar 18.000 TEUs/year. “Dalam kolaborasi ini, SPSL Group memberikan layanan berupa lift on / lift off, penumpukan, cleaning petikemas, repairing petikemas, dan trucking (haulage) dari dan ke Terminal Petikemas,” ujarnya.
Sementara itu, Rudi Susanto, Direktur Utama PT PIL mengatakan, kolaborasi ini berdampak baik dan merupakan sebuah langkah yang tepat untuk mengoptimalkan sistem bisnis dan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa.
“PT PIL terus berusaha untuk memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. Maka dari itu PT PIL akan memberikan kinerja yang optimal salah satunya dengan bersinergi dalam operasi pengelolaan depo internasional di Pelabuhan Panjang, Lampung ini,” kata Rudi Susanto.
Sedangkan Hotman Pardamean, Dirut PT Intercon Terminal Indonesia mengungkapkan, bahwa kolaborasi dengan skema joint operation (JO) ini, dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya, fasilitas, dan peralatan yang modern, yang berfokus untuk memenuhi keinginan pelanggan yang sejalan dengan visi perusahaan yakni menjadi Perusahaan pelayanan terminal terpadu terbesar di Indonesia.
Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia pada bulan Mei 2023 mencapai US$21,72 miliar atau naik sebesar 12,61 persen dibanding ekspor April 2023 dan naik sebesar 0,96 persen dibandingkan dengan bulan Mei tahun 2022. Sedangkan, Nilai impor Indonesia pada bulan Mei 2023 mencapai US$21,28 miliar atau naik 38,65 persen dibandingkan bulan April 2023 atau naik 14,35 persen dibandingkan Mei 2022.
“Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan potensi kegiatan ekspor serta terciptanya efisiensi rantai pasok produk-produk nasional khususnya di wilayah Panjang kota Bandar Lampung, dan ke depan dapat menciptakan integrasi ekosistem dan efisiensi rantai logistik sehingga secara bertahap guna menurunkan biaya logistik dan meningkatkan pertumbuhan perdagangan maupun perekonomian nasional,” ungkap Joko Noerhudha. (**)






























