PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), kini dikenal dengan Krakatau International Port (KIP) melakukan peletakan lunas (Keel Laying) Pembangunan 1 (Satu) Unit Kapal Tunda 2x1600HP Tipe Azimuth Stern Driven yang diberi nama Krakatau International Port 01.
“Keel Laying disini merupakan awal dari konstruksi kapal, yang biasanya dikenal sebagai hari kelahiran kapal, diawali dengan pembuatan rangka lunas kapal,” kata Dirut PT KBS Akbar Djohan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Ocean Week, Minggu (30/7).
Akbar menyampaikan bahwa perseroan berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan baik dari sisi infrastruktur maupun operasional.
Menurut Sekjen ALFI ini, seluruh proses tender kapal ini didampingi oleh Kejaksaan Negeri Kota Cilegon agar memastikan semua aspek berjalan dengan benar dan sesuai dengan Tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
“Dengan KIP melakukan investasi melalui pembangunan kapal ini, dilandaskan pada penguatan pelayanan marine services sebagai salah satu layanan KIP,” ungkapnya.
Akbar juga menjelaskan bahwa KIP saat ini tidak hanya melayani dan beroperasi di daerah Cilegon Banten saja, tapi juga melayani jasa pemanduan dan penundaan kapal di berbagai daerah, antara lain, di Marunda, Dumai, Jepara, Palembang, dan Balikpapan.
“Khusus di Balikpapan itu untuk mendukung pembangunan IKN,” tegasnya.

Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia ini menambahkan, KIP yang mengelola pelabuhan internasional di Cilegon Banten memandang bahwa sebagai pelabuhan terintegrasi, kepastian layanan pemanduan dan penundaan menjadi sangat penting, terutama untuk keselamatan dan keamanan pelayaran,” katanya.
Dia menyampaikan dalam setahun KBS melayani sekitar 1000 kapal, terdiri 75% kapal milik asing, sisanya kapal dalam negeri. “Karenanya kami terus berupaya untuk memberikan service terbaik secara profesional,” ujarnya lagi.
Akbar juga mengatakan bahwa selama empat tahun terakhir, Krakatau International Port sangat agresif dalam mengembangkan perusahaan. “Dalam 4 tahun terakhir Revenue kami mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 13%, EBITDA juga tumbuh rata-rata sebesar 12% per tahun, serta Net Profit kami rata-rata tumbuh 24% per tahun. Tentu saja hal itu tak terlepas dengan adanya transformasi bisnis dan capacity building bagi SDM secara konsisten disertai investasi yang cukup masif baik soft dan hard infrastruktur, kami bisa mencapai kinerja keuangan tertinggi selama 27 tahun khususnya nett profit,” ucap Akbar panjang lebar.
Untuk diketahui, KBS telah berhasil melakukan transformasi bisnis bidang kepelabuhanan dan jasa logistik yang berbasis Smart Port dengan menitikberatkan pada 3 hal utama, yaitu Expanding Services, Operational Excellence, dan Creating New Business serta program perbaikan secara berkelanjutan, diantaranya Operating Efficiency, Commercial Excellence, Digitalization, Upgrading Port Supporting Facility Services, Organization Enablement Programs.
Upaya yang telah dilakukan oleh KBS ini, menurut Akbar terbukti meningkatkan kinerja perusahaan, hal ini terlihat dari beberapa indikator keuangan selama beberapa tahun terakhir. (**)





























