Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok menggelar acara ‘Publik Expose Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok’, pada Rabu (5/4) bertempat di Hotel Swiss Bellin Kemayoran, Jakarta.
Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (Ka OP) Tanjung Priok, Ir Subagiyo MT.
Hadir para Pejabat Struktural Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, serta para wartawan yang tergabung di Forwami.
Dalam sambutannya Ka OP menyampaikan bahwa kegiatan ini selain sebagai sarana silaturahmi, juga pertukaran informasi serta berbagi pengetahuan dan menyamakan persepsi dalam memberikan informasi terkait pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok. “Kegiatan ini juga agar Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dapat bersinergi, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan rekan media yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok khususnya Forwami,” ungkap Subagiyo.
Subagiyo berharap agar Perkembangan layanan disebarluaskan supaya bisa secepat mungkin diketahui pengguna jasa dan masyarakat.
Dalam paparannya Ka OP menyampaikan beberapa point yaitu mengenai National Logistic Ecosystem (NLE), Indonesia National Single Window (INSW), Limbah, Tarif Kepelabuhan, dan Persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2023.
“Dalam hal limbah, kami telah melakukan langkah perubahan yaitu 2018 terbit Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut, 2019 terbit Peraturan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok yang berisi SOP pengelolaan limbah di Pelabuhan Tanjung Priok, hingga 2022 Kami telah melaksanakan Komitmen Bersama tentang rencana investigasi terpadu berbasis digitalisasi dan berwawasan lingkungan. Pada tahun 2023, kami tengah melakukan inovasi dengan menerapkan sistem monitoring pengendalian limbah B3 operasional pelabuhan atau darat,” kata mantan direktur kepelabuhanan perhubungan laut.
Lalu, untuk Tarif di Pelabuhan Tanjung Priok, mengacu pada Peraturan Menteri (PM) nomor 72 Tahun 2017 tentang jenis tarif kegiatan pengusahaan di pelabuhan. Ada 2 jenis tarif yaitu jenis tarif pelayanan jasa kepelabuhanan dan jenis tarif pelayanan jasa terkait dengan kepelabuhanan.
“Mengenai penataan Ekosistem Logistik Nasional (NLE), kami telah melakukan beberapa inovasi layanan di antaranya Inaportnet, Single SubMission (SSm) Pengangkut dan Single Billing, Sistem Monitoring (SIMON) TKBM, Single Truck Identification Data (STID) dan Driver Identification Data (DID), serta Terminal Booking System (TBS),” ucap Ka OP.
Melalui Lembaga Nasional Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan sedang dilakukan proses integrasi beberapa layanan antar Instansi Pemerintah di Pelabuhan Tanjung Priok. Proses integrasi ini dikoordinasikan oleh LNSW dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Melalui SSm Pengangkut, dilakukan integrasi layanan kedatangan kapal yang meliputi layanan Kantor Otoritas Pelabuhan, layanan Kantor Kesyahbandaran, layanan Kantor Bea Cukai, layanan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan layanan Imigrasi. Posisi saat ini adalah tahap piloting untuk 1 (satu) siklus dan single billing.
“Terakhir, terkait Angkutan Laut Lebaran Tahun 2023 / 1444 Hijriyah, kami telah melakukan persiapan. Kami juga membuka Posko Angkutan Lebaran Tahun 2023 mulai tanggal 07 April 2023 sampai dengan 08 Mei 2023,” ujarnya.
“Dalam Angkutan Laut Lebaran Tahun 2023 ini kami menyediakan 14 armada kapal laut dengan total kapasitas 16.594 orang. Armada tersebut terdiri dari 9 kapal dari PT Pelni dan 5 kapal dari perusahaan pelayaran swasta. Direncanakan kami mengadakan Apel Gelar Pasukan yang akan dilaksanakan pada Kamis (6/4) di Terminal Penumpang Nusantara Pura,” ungkap Subagiyo. (**)































