Pelabuhan Indonesia I Sibolga sedang melakukan penataan. Bahkan pengembangan penataan itu sudah sejak tahun 2016, hingga 2025 melalui 4 tahapan.
“Kami sedang melakukan penataan pengembangan Sibolga melalui 4 tahap (4 kluster) dari 2016-2025, selama 9 tahun,” kata GM Peindo I Sibolga, Agust Deritanto, didampingi para Menejer, Ahmad Sofian dan Irvan Afandi, saat menerima Ocean Week, di ruang kerjanya.
Agust juga mengungkapkan, pengembangan tahap pertama, yakni Pembangunan Terminal Penumpang. Kedua, perpanjangan dermaga Multi Purpose, lalu ketiga, pengembangan Peti Kemas. “Yang tahap pertama dan kedua sudah selesai sekitar 92% untuk terminal penumpang dan dermaga multipurpose. Akhir tahun 2018 diharapkan rampung,” ujarnya. Sementara itu pengembangan dermaga curah cair, masuk dalam jangka menengah, mulai 2019-2025.
Pelabuhan Sibolga sesuai dengan peraturan no. 432 termasuk pelabuhan pengumpul regional.
DI tempat sama, Manajer Bisnis dan teknik Pelindo Sibolga Irvan Afandi, mengungkapkan ada tiga potensi yang mendukung bisnis di Sibolga, yakni peti kemas, pertumbuhan pertahun 20 %, termasuk tambang emas Martabe.
Menurut dia, pengembangan terminal petikemas cukup penting karena pengapalan dari Jakarta-Sibolga semakin meningkat. “Selama ini untuk tujuan Sibolga umumnya melalui Belawan dan diangkut dengan truk. Dari sisi biaya lebih ringan, lalu barang dari Sibolga diteruskan ke pelabuhan Gunung Sitoli sebagai pengumpan,” ungkapnya.
Pelabuhan Sibolga juga melayani kapal RoRo, angkut kendaraan dan penumpang. Berdasarkan data, penumpang naik tahun 2017 tercatat 28,441 orang, dan sampai tahun berjalan 2018, tercatat 16.541 orang. Sedangkan penumpang turun tahun 2017 ada 26,774 orang, dan tahun berjalan 2018, 14.885 orang.
“Ada dua kapal penyeberangan yang menghandle yakni PT ASDP dan PT WJL (Wira jaya Ligitan),” ujarnya.
GM August menambahkan, penataan juga dilakukan terhadap jalan masuk ke Pelabuhan yang sudah terlalu sempit, sehingga truk yang bermuatan tidak dapat lancar masuk, baik pagi dan siang hari. Karena jalan tak memadai, sering terjadi kemacetan. “Ini baru truck membawa barang konvensional, belum lagi dengan muatan peti kemas yang 40 feet, memang kedepan sangat perlu bersinergi dengan pemerintah kota menata jalan,” katanya.
Nantinya, ada jalan masuk A 131 m x 7 m, jalan masuk B 128 m x 7 m, dan jalan keluar 4.553 M2, dari layout ini sudah dapat mengantisipasi kesiapan Sibolga melayani peti kemas. (rat/ow)






























